Opini
Oleh Iskandar Yusuf pada hari Sabtu, 08 Jun 2019 - 12:51:22 WIB
Bagikan Berita ini :

Pro: AHY "Gelandangan Politik"

tscom_news_photo_1559973082.jpg
AHY saat menyalami Megawati. (Sumber foto : Ist)

Anda begitu terjun ke dunia politik telah "memproklamirkan" betapa Anda sedang "di klonning" oleh Ayah Anda SBY untuk tidak jujur pada pilihan hati sendiri

Mengapa Saya katakan Anda sedang di klonning !?

Anda sebenarnya ingin mengikuti karier militer gagah dari kakek Anda, almarhum Letjen purnawirawan Sarwo Edi

Nama dan kharismatik kakek Anda bukan saja "ruh spirit" bagi Pasukan Elite Kopassus, tapi juga bagi rakyat Indonesia yang anti komunis

Ini dapat dilihat, setamat SMP, Anda masuk sekolah unggulan SMU Nusantara, sekolah untuk "akses" ke Akademi Militer Nasional

Karier militer cukup bagus, dalam usia relatif muda pangkat Mayor bertengger di pundak Anda

Namun, ambisi kekuasaan yang menguasai kedagingan ayah Anda, ditumpukan kepada Anda

AHY ini politik, politik di Indonesia ini kejam, bisa menelanjangi aib kandidat politikus

Ingat, keluarga isteri Anda punya "aib" di republik ini

Isteri Anda adalah anak dari "residivis" koruptor Aulia Pohan, ini akan jadi trade mark viral bila langkah politik Anda terlalu jauh melangkah

Sikap yang dipertonton oleh ayah Anda, SBY, sebagai ketua umum partai Demokrat sudah dalam raport penilaian masyarakat Indonesia

Ayah Anda sudah "menelanjangi" dirinya sebagai orang yang tidak konsisten, kalau tidak mau Saya katakan, "pengkhianat"

Anda mungkin berdalih pada teori Aristoteles, seorang filsuf Yunani murid dari Plato dan guru dari Alexander Agung, "..tidak ada kawan maupun lawan yang abadi untuk meraih kekuasaan politik.."

Saya bisa membenarkan teori Aristoteles, tapi teori tersebut tidak mengajarkan berpolitik itu harus mewujudkan diri jadi seorang munafik

Makna teori Aristoteles itu, mengajarkan "seni" meraih kekuasaan politik itu bermanuver

Simplenya, Anda bisa lihat sikap dan keputusan Yusril Ihza Mahendra, membawa gerbong PBB secara terbuka keluar dari barisan Koalisi Prabowo-Sandiaga

Tindakkan Yusril itu adalah "manuver" politik

Berpolitik itu kita harus wajib belajar sekaligus memahami "etika berpolitik"

Seorang "diktator besar" sekelas Adolf Hitler pun menerapkan "etika berpolitik" ketubuh partai Nazi-nya, yaitu, "etika moral" dan "etika kesetiaan"

Bila anggota partai atau koalisinya melanggar kedua etika tersebut, Hitler dengan cerutu menyala dibibir, menembak kepala Si Pengkhianat tersebut

Saya melihat, Anda dan ayah Anda, SBY, telah melanggar kedua etika tersebut

Etika Moral yang telah Anda langgar, dimana Anda tidak diarahkan oleh ayah Anda, SBY, berhalal bi halal ke Prabowo yang didukung oleh partai Demokrat, partai "milik-nya" ayah Anda

Etika Kesetiaan, sudah terlebih dahulu Anda langgar bersama ayah Anda

Disaat kubu Prabowo-Sandiaga berjuang ke MK, Anda dan Ayah Anda, SBY, tidak memberi sedikit pun respon support sebagai bagian dari partai koalisi

Ironinya, malah ayah Anda, SBY, "menyodorkan" diri Anda untuk menemui paslon capres 01 Jokowi, "seteru" dari kubu paslon capres 02 Prabowo

Inilah yang disebut, pengkhianat politik

Anda, ayah Anda, SBY, serta Ibas, bersyukurlah, karena Prabowo Subianto bukan Adolf Hitler

Kedatangan Anda dengan "cover" halal bi halal ke Jokowi dan Megawati, mudah ditebak, ini "misi" mencari simpati politik belaka

Saat ini tidak bisa ditampik Megawati "pegang peranan" kekuasaan politik di Indonesia

Tapi, apakah Anda tidak memprediksi untuk 5 tahun kedepan !?

Apakah Megawati akan kuat pada 2024 !?

Untuk tahun 2024 politik Megawati "finish" karena faktor uzur, begitu pun ayah Anda

Bila Megawati dan SBY "dimakan" uzur, maka partai PDIP runtuh, karena Puan Maharani tidak lebih hanya sekedar "penghias" etalase PDIP

Termasuk partai Demokrat pasti ambruk, karena kondisi Anda tidak bedanya dengan Puan Maharani, penghias etalase partai Demokrat

Anda tidak bisa lagi minta nafas ke rakyat, karena rakyat punya "raport" atas kelakuan ayah Anda

Saya tidak berharap, tapi Saya punya prediksi, di tahun 2024, Anda akan jadi "gelandangan politik" karena tidak memiliki partai

Partai lain pun akan berpikir 77 kali merekrut Anda, sebab buah jatuh tidak pernah jauh dari pohonnya

Belief or not, up to you, deh..
#iskandaryusuf

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #agus-yudhoyono  #megawati-soekarnoputri  #susilo-bambang-yudhoyono-sby  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Perekonomian Dunia Tidak Akan Sama Lagi dengan Sebelum Pandemi

Oleh Andi Rahmat, Pelaku Usaha, Mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI
pada hari Senin, 25 Mei 2020
Pandemi Covid-19, sebagaimana yang dinyatakan kolumnis CNN, Nic Robertson dalam artikelnya, “The Pandemic Could Reshape The World Order” (CNN,23/05/2020 ) bahwa pandemi tidak hanya ...
Opini

Tradisi Halal Bihalal dan Makna Kata Maaf Presiden

Mengapa di Indonesia ada tradisi #halalbihalal yang tidak ada di negeri lain? Tradisi Halal bihalal telah berdampak sosial & politik dalam masyarakat. Secara sosial kehidupan bernegara lebih cair ...