Ini Nama-nama Baru yang Layak Jadi Caketum Golkar

Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 25 Jun 2019 - 16:33:13 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1561455193.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Inisiator Generasi Muda Partai Golkar Almanzo Bonara menginginkan agar Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar melahirkan solusi untuk memecahkan kebuntuan yang selama ini dihadapi oleh Partai Golkar. 

Oleh karena itu, kata dia, ada beberapa nama kader senior Golkar selain Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo yang layak menduduki puncuk pimpinan partai berlambang beringin itu.

"Kader-kader terbaik inilah yang menurut saya pantas untuk memimpin Partai Golkar selama satu periode ke depan, diantaranya Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ridwan Hisyam, dan Wisnu Suhardono," kata Bonara dalam pesan singkatnya, Selasa (25/6/2019).

Bonara mengatakan, bila para kader tersebut hadir dalam kontestasi munas, maka akan menunjukan kepada publik, bahwa Golkar masih menjadi lumbung kader terbaik bagi bangsa.

Dirinya juga berharap Munas Partai Golkar dapat digelar secara demokratis berdasarkan mekanisme partai. Dan, lanjut dia, harus melahirkan kepemimpinan yang benar-benar fokus membesarkan dan mengembalikan martabat partai.

"Dan yang terpenting adalah kepemimpinan Partai Golkar harus mampu mengambil peran strategis sebagai jangkar kebangsaan dalam mengawal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ke depan," kata ia.

Selanjutnya, kata Bonara, Partai Golkar sudah mengalami berbagai prahara mulai dari persoalan konflik internal, bahkan kasus korupsi yang melilit beberapa kader termasuk petinggi partai. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor penyebab lemahnya konsolidasi partai, hingga berujung pada penurunan perolehan suara pada Pemilu 2019. 

"Saya kira, sudah waktunya Golkar harus kembali menujukan karakternya yang khas dalam memainkan isu-isu besar kebangsaan. Selama ini Golkar terhanyut oleh gelombang masalah,  yang cenderung merusak citra partai dan membuat partai ini kehilangan jati dirinya," ucapnya.

Menjelang Munas, menurut Bonara, kepemimpinan partai yang kuat dan bersih agar siap menghadapi persaingan politik selama lima tahun ke depan.

Oleh karena itu, lanjut Bonara, Munas harus menjadi ajang untuk mereposisi kembali langkah partai. Salah satunya dengan menyiapkan calon kepemimpinan partai (calon ketum) yang tidak mempunyai rekam jejak dalam masalah hukum.

"Ini adalah salah satu syarat terpenting yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Agar ke depannya kepemimpinan partai dapat bergerak tanpa ada sandera hukum. Jika hal demikian terjadi, maka Partai Golkar dapat melakukan langkah-langkah transformatif yang selama ini diharapkan oleh masyarakat," tegasnya. (plt)
 

tag: #partai-golkar  

Bagikan Berita ini :