Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Jumat, 05 Jul 2019 - 15:18:12 WIB
Bagikan Berita ini :

Akhir Juni, Cadangan Devisa Indonesia USD123,8 Miliar

tscom_news_photo_1562314692.jpg
Cadangan devisa (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Bank Indonesia (BI) menyatakan jumlah cadangan devisa Indonesia bertambah USD3,5 miliar menjadi USD123,8 miliar pada akhir Juni 2019 lalu.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, hal tersebut dipicu oleh penarikan utang luar negeri pemerintah.

Selain penarikan utang luar negeri, bertambahnya cadangan devisa juga disebabkan penerimaan dari sektor minyak dan gas bumi dan penerimaan valas lainnya.

"Bank Sentral memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," kata Onny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Onny juga mengatakan cadangan devisa untuk menopang ketahanan eksternal itu juga masih berada di atas standar kecukupan internasional yakni sekitar tiga bulan impor.

Pasalnya, cadangan devisa yang dimiliki Indonesia per akhir Juni 2019 tersebut dikatakan Onny setara dengan 7,1 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Dengan kondisi tersebut, BI menilai cadangan devisa mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," pungkasnya. (ahm)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...