Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Senin, 08 Jul 2019 - 15:14:11 WIB
Bagikan Berita ini :
Atasai Defisit Perdagangan

Jokowi Minta Kapasitas Industri Dalam Negeri Ditingkatkan

tscom_news_photo_1562573651.jpg
Neraca perdagangan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk dapat memanfaatkan peluang dalam meningkatkan ekspor untuk mengatasi defisit neraca perdagangan Indonesia.

Apalagi, saat ini terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, dan itu menurut Jokowi harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.

"Dengan terjadinya perang dagang, kesempatan ekspor kita untuk masuk ke Amerika besar sekali dengan pengenaan tarif barang-barang produk dari Tiongkok," kata Presiden dalam sidang kabinet paripurna di Ruang Garuda Istana Bogor pada Senin (8/7/2019).

Oleh karena itu, Jokowi meminta kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk meeningkatkan kapasitas industri dalam negeri.

"Ini kesempatan kita menaikkan kapasitas dari industri-industri yang ada, tapi sekali lagi pemerintah semestinya memberikan insentif-insentif terhadap peluang-peluang yang ada," pungkasnya.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan defisit neraca perdagangan Indonesia per Januari-Mei 2019 adalah senilai USD2,14 miliar. Berdasarkan data tersebut, Presiden Jokowi meminta para menterinya berhati-hati terhadap defisit neraca perdagangan tersebut. (ahm)

tag: #menteri-jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...