Menteri Muda, Siapa Mereka?

Oleh pamudji pada hari Kamis, 11 Jul 2019 - 14:14:11 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1562829251.jpeg

Ilustrasi (Sumber foto : ist)

Wacana menteri muda terus menggelinding. Sejumlah nama pun bergulir di ruang publik. Ada nama yang  layak dipertimbangkan, ada pula yang dibayangkan pun enggan.

Menteri muda, kata beberapa kalangan, tak cuma soal usia. Sosok yang memiliki semangat, ide, dan perspektif milenial, boleh disebut muda. Kalangan ini tak pernah menyinggung usia kala membincangkan menteri muda.

Kalangan lain, berpandangan beda. Definisi muda, menurut mereka, harus berdasarkan angka usia. Selama berusia di bawah 35, maka layak disebut muda. Berusia di atas itu, tentu tak masuk definisi muda.

Silakan tafsir sendiri, kalangan mana yang berkompeten mendefinisikan menteri muda. Apakah kalangan yang memaknai muda dalam spirit dan perspektif milienial, ataukah mereka yang mengartikan muda dalam angka usia? Atau, digabungkan saja definisinya, hingga berbunyi : menteri muda adalah menteri berusia muda, yang memiliki spirit dan perspektif milenial? Sepertinya, definisi gabungan bisa mewakili dua pilihan sebelumnya.

Sambil bersabar mencermati wacana yang terus bergulir, mari sejenak berbincang tentang modal apa saja yang harus dimiliki menteri muda. Paling tidak ada tiga, yakni menguasai wilayah kerja kementerian, memahami komunikasi politik, serta mengerti ilmu pemerintahan. 

Kendati berusia muda, seorang menteri wajib memiliki ketiga hal itu. Tiga-tiganya harus punya, bukan cuma dua atau satu. 

Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, pernah ada menteri muda, yang ditengarai memiliki ketiga modal itu. Yakni Sjafruddin Prawiranegara, yang merupakan menteri keuangan ke-5 dalam sejarah RI. Pada usia 35 tahun, dia telah  menjabat sebagai bendahara negara. Dia pun didaulat sebagai  menteri keuangan di tiga kabinet. yakni Kabinet Sjahrir (1946-1947), Kabinet RIS (1949-1950), dan Kabinet Natsir (1950-1951).

Tanpa mengerti komunikasi politik, menguasi wilayah kerja kementerian, serta memahami ilmu pemerintahan, mustahil Sjafruddin Prawiranegara yang kala itu berusia muda, bisa dipercaya oleh tiga kabinet yang berbeda.

Bagaimana sekarang?  Bagi sejumlah anak muda yang namanya belakangan santer disebut-sebut sebagai calon menteri, silakan bermonolog dengan diri sendiri. Silakan pastikan bahwa Anda memiliki tiga modal seorang menteri. Jika memiliki, maka Anda lah sang menteri muda itu.(*)

tag: #  

Bagikan Berita ini :