Opini
Oleh Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) pada hari Jumat, 19 Jul 2019 - 07:51:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Misteri Angka 19

tscom_news_photo_1563497491.jpg
Tony Rosyid (Sumber foto : Ist)

Bagi umat Islam, kalimat "bismillahirrahmanirrahim" itu sangat familiar. Lepas perbedaan antar para ulama apakah kalimat "bismillahirrahmanirrahim" itu bagian dari surat al-fatihah atau bukan. Termasuk empat imam Mazhab membicarakan soal ini. Anda tahu empat Imam Mazhab? Para pengkaji Islam pasti paham. Ada Imam Hanafi, Maliki, Syafi"i dan Hambali. Tidak hanya mereka, para pengkaji fiqih yang lain juga membahas soal ini.

Wajibkah kalimat "bismillahirrahmanirrahim" dibaca dalam shalat? Bagi Imam Malik, tidak wajib. Bagi Imam Hanafi, Fatihah juga tak wajib dibaca dalam shalat. Bisa diganti dengan tiga ayat Al-Qur"an yang lain. Sementara bagi yang berpendapat wajib, apakah kalaimat "bismillahirrahmanirrahim" dibaca "jahr" (keras), atau "sirr" (pelan), mereka beda pendapat juga. Pengamat politik kok ngomongin fiqih?. Sudahlah, sampai disini saja kajian fiqihnya. Baca sendiri di buku Tafsir Ali As-Shabuni, Fiqih Madzahibul Arba"ah, Bidatul Mujtahid atau Fiqih Sunnah.

Yang pasti, kalimat "bismillahirrahmanirrahim" menjadi bagian dari mu"jizat Al-Qur"an. Diantaranya dapat dilihat dari jumlah hurufnya. Huruf dalam kalimat "bismillahirrahmanirrahim" itu ada 19. Kalau dipreteli, kalimat "bismillahirrahmanirrahim" terdiri dari kata "ismi", "Allah", "Arrahman", dan "Arrahim".

Kata "ismi" disebutkan 19 kali dalam Al-Qur"an. 19:19=1. Kata "Allah" disebutkan 2698 kali di dalam Al-Qur"an. 2698:19=142. Dan kata "Arrahmah" disebutkan 57 kali di dalam Al-Qur"an. 57:19=3. Sedangkan kata "Arrahim" disebutkan 144 kali di dalam Al-Qur"an. 144:19=6. Semua angkanya bisa habis dibagi 19. Tak kurang, juga tak lebih.

Semua "fawatihussuwar" atau awal surat di dalam Al-Qur"an seperti "Yaasin", "nuun", "qaaf" dan lainnya, semua jumlah hurufnya di dalam surat tersebut bisa dibagi habis dengan angka 19. Tentu semua ini by design Allah. Tak mungkin tanpa sengaja. Lihat hasil risetnya Dr. Rasyad Khalifah yang dibukukan dalam "Miracle of The Quran".

Kalau sengaja, tentu ada makna, tujuan dan pesannya. Nah, tugas manusia untuk mencari rahasia di balik angka 19 dalam kalimat "bismillahirrahmanirrahim" dan "fawatihussuwar".

Dari data-data Al-Qur"an yang mutlak dan tak dapat dibantah ini, kita masuk pada penafsiran. Bahasa ilmiahnya, analisis. Tafsir atau analisis bersifat "ijtihadi". Bisa benar, dan tak menutup kemungkinan salah. Namanya juga "ijtihad". Kalau benar katanya dapat "dua pahala". Pahala usaha dan pahala kebenaran. Kalau salah? Dapat satu pahala. Yaitu pahala usaha. Itu juga kalau ikhlas dan sungguh-sungguh.

Ada yang menafsirkan angka 19 itu jumlah malaikat. Ini tafsir gaib. Tentu tak terbaca oleh Indra dan logika. Perlu ada dalil lain yang mendukung. Ada juga yang mengatakan angka 19 itu jumlah langit. Kalau di dalam Al-Qur"an, langit selalu disebutkan ada tujuh. Dan kata "assamaawaat" yang artinya langit dalam bentuk "jama"" disebutkan tujuh kali. Dua pendapat ini nampaknya belum memberi kepuasan.

Ah, saya coba memberanikan diri ikut berpendapat. Sekedar membuat ruang untuk dialog keagamaan. Bahwa angka 19 terdiri dari angka 1 dan angka 9. Sama-sama bilangan ganjil. Dan Tuhan suka yang ganjil. Angka 1 menunjukkan "Tauhid". Karena Tuhan hanya "Satu". Esa dalam bahasa Pancasila. Itu sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Angka 9 adalah angka tertinggi. Atau angka maksimal.

Dalam konteks kehidupan, jika manusia berbasis pada niat dan semangat "Tauhid", yaitu "lillahi ta"ala" yang disimbolkan dengan angka 1, dimana keihlsan menjadi motivasinya, maka semua aktifitasnya akan mencapai angka tertinggi, atau angka maksimal. Ia akan meraih kesuksesan dan juga kemuliaan.

Mirip filosofi dalam ritual sa"i. Berangkat dari "Sofa" berakhir di "Marwa". Sofa artinya halus atau suci. "Marwa" artinya tempat yang tinggi. Sucikan, bersihkan dan luruskan niat, maka seseorang akan mencapai puncak kesuksesan dan kemuliaan yang tinggi.

Dalam analisis yang lebih antropologis, angka 1 bisa diartikan sebagai visi. Maksudnya, setiap langkah mesti fokus pada 1 tujuan. Sementara angka 9 itu simbol ikhtiar. Maka, setiap ikhtiar harus maksimal. Dalam setiap langkah manusia, baik sebagai individu maupun bersama-sama dalam sebuah kelompok sosial, mesti terbiasa fokus pada satu tujuan dengan ikhtiar yang maksimal. Ini antropologi kesuksesan.

Itulah angka 19. Dan kebetulan saya dilahirkan tanggal 19 Juli. Tepat hari ini. Hari Jum"at, 19 Juli. Tahunnya? Ah, rahasia. Yang pasti sudah tidak remaja lagi. Lalu, apa hubungannya dengan angka 19 dalam kalimat "bismillahirrahmanirrahim" dan "fawatihussuwar"? Gak ada juga! Mungkin sekedar "mengais doa".

Di tanggal dan bulan dimana saya telah dilahirkan, yaitu hari ini, jumat 19 Juli, mohon doa semoga selalu bisa memulai langkah dengan kalimat "bismillahirrahmanirrahim", dan diberi kemampuan untuk terus bisa belajar menjaga keikhlasan dan ketawadhuan. Terima kasih kepada yang berkenan sedekah doa.

Jumat, 19 Juli 2019 (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Mahfud, Riwayatmu Kini

Oleh Ilham Bintang
pada hari Rabu, 21 Okt 2020
Menyedihkan menyaksikan penampilan Prof Mahfud MD dalam program Indonesia Lawyers Club ( ILC-TVOne) Selasa (20/10) malam. Menkopolhukam itu, begitu jauh dia berbicara untuk jarak yang begitu dekat: ...
Opini

Tahun Pertama di Periode Kedua: Warna Berbeda Jokowi

Semua harus akui, bahwa tahun 2020 bukanlah tahun yang mudah. Pemerintah harus menghadapi pandemi Covid-19 dilain sisi juga berjibaku dengan ancaman resesi ekonomi. Diperlukan leadership yang jelas ...