Bamsoet Tak Masalah Munas Golkar Digelar Usai Jokowi-Ma'ruf Dilantik

Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 23 Jul 2019 - 01:49:52 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1563821392.jpg

Bamsoet dan Airlangga (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dinamika di Partai Golkar terus bergerak jelang jelang gelaran musyawarah nasional (Munas) pada Desember 2019. Bahkan, santer kabar ada kemungkinan Munas akan dipercepat sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-Ma"ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Calon Ketua Umum Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku tak masalah jika Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar untuk memilih ketua umum dilaksanakan usai pelantikan presiden-wakil presiden pada Oktober 2019. 

Sebab, ia mengatakan tujuannya maju menjadi calon Ketua Umum (Ketum) DPP Golkar bukan untuk membangun dinasti kekuasaan atau menempatkan orang-orang tertentu menjadi menteri di kabinet kerja jilid II.

"Tujuan saya menjadi Ketua Umum bukanlah demi kekuasaan, tetapi menjalankan amanah dari pengurus daerah untuk memastikan masa depan Partai Golkar tidak lagi terpuruk. Tantangan Partai Golkar di masa mendatang akan sangat besar. Tidak hanya melakukan konsolidasi internal mengembalikan kekuatan partai, melainkan juga membantu pemerintah menghadapi merebaknya ideologi transnasional yang bertujuan menggusur Pancasila," kata Bamsoet dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (22/07/19).

Bamsoet mengatakan, sebagai partai tengah, Golkar tidak boleh tinggal diam melihat kondisi bangsa yang sedang diobrak-abrik kekuatan ideologi ekstremisme dan radikalisme. Partai Golkar tidak boleh melupakan sejarah pendiriannya sebagai benteng NKRI.

"Sudah waktunya Partai Golkar merapikan rumahnya agar bisa menjadi rumah yang nyaman bagi para purnawirawan, ulama, dan tokoh agama lainnya, serta masyarakat sipil pada umumnya. Jika sebagai partai tengah Partai Golkar gagal mengkonsolidasikan persaudaraan kebangsaan, masa depan Indonesia yang menjadi taruhannya," ujar Ketua DPR RI itu.

Karena itu, Bamsoet menyampaikan, bukan zamannya lagi kader Golkar berebut kekuasaan atau gontok-gontokan. Menurutnya, sebagai partai politik tertua, Golkar harus lebih solid dan menjadi teladan bagi partai politik lainnya. 

"Terutama menjadi contoh bagi milenial, bahwa jalan politik sesungguhnya adalah jalan kemuliaan. Karena dengan politiklah arah masa depan bangsa ditentukan. Agar milenial bisa melirik Partai Golkar, tidak ada jalan lain selain melakukan transformasi besar-besaran di kalangan internal Partai Golkar, sehingga imagePartai Golkar sebagai partai jadul yang ketinggalan zaman bisa berubah menjadi partai gaul yang penuh energi dan penuh kegairahan," ujar Bamsoet.

Lebih jauh, Bamsoet menjelaskan, sesungguhnya Partai Golkar punya berbagai kekuatan yang tidak dimiliki partai politik lainnya. Partai Golkar, yang didirikan oleh Kosgoro, Soksi, dan MKGR, juga punya berbagai organisasi kemasyarakatan. 

Organisasi ini antara lain Satkar Ulama, Majelis Dakwah, Alhidayah, Himpunan Wanita Karya, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia. Golkar juga ditunjang organisasi sayap, seperti Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG). Tak hanya itu, menurut Bamsoet, Golkar juga didukung kekuatan akar rumput dari Pemuda Pancasila dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI).

"Namun sayangnya, berbagai kekuatan tersebut tak bisa dimaksimalkan, bahkan cenderung terabaikan. Padahal, jika disentuh, berbagai organisasi tadi bukan hanya bisa menguatkan Partai Golkar, melainkan juga menguatkan kebangsaan Indonesia, sehingga mau seganas apa pun ideologi transnasional mengacak-acak Indonesia, Golkar bisa menghalaunya," pungkasnya. (Alf)

tag: #bamsoet  #partai-golkar  

Bagikan Berita ini :