Bisnis
Oleh Mandra Pradipta pada hari Rabu, 24 Jul 2019 - 14:40:56 WIB
Bagikan Berita ini :
Obat Palsu Marak

Komisi IX Pertanyakan Kerja Kemenkes dan BPOM

tscom_news_photo_1563954056.jpg
Obat palsu (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Penemuan bisnis obat palsu beromset Rp400 juta per bulan di Semarang, membuka sisi lain persoalan industri obat di Indonesia.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati, pengungkapan kasus yang kerap terulang tersebut menunjukkan ada masalah krusial di sektor industri obat.

"Ada masalah krusial dari hulu hingga hilir. Masalahnya mulai dari industri hingga regulator dan pengawas," kata Okky di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Okky menyebutkan kasus yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah diketahui pabrik yang memproduksi obat palsu itu memiliki izin BPOM dengan mendistribusikan produk palsunya ke 197 apotik.

"Pabriknya memiliki izin BPOM. Artinya ada sisi pengawasan yang sangat lemah," jelasnya.

Terkait dengan lemahnya pengawasan ini, Okky menyebutkan tidak terlepas dari praktik rebutan garapan antara dua instansi yakni Kementerian Kesehatan dan BPOM.

"Tidak bisa dipungkiri, ada praktik rebutan kewenangan antar instansi. Situasi ini bisa diselesaikan dengan sikap legawa masing-masing instansi melalui pengaturan di UU," ucapnya.

Dia menyebutkan RUU Pengawasan Obat-obatan dan Makanan yang akan menjadi usul resmi DPR dalam sidang kali ini, diharapkan memperkuat posisi BPOM serta mengakhiri praktik rebutan kewenangan.

"Harapannya di UU tersebut, tidak ada lagi wilayah abu-abu. Semua jelas, siapa bertanggung jawab di sektor apa," jelasnya.

Model senior ini juga menyebutkan, terjadinya peredaran obat palsujuga disebakan karena tidak ketatnya apotik dalam menyediakan apoteker sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menjelaskan mengenai obat-obatan kepada konsumen.

"Masalah lainnya, apotek-apotek tidak menyediakan apoteker. Masyarakat yang akan merugi karena tidak mendapat informasi yang utuh dan benar," imbuhnya. (ahm)

tag: #bpom  #kementerian-kesehatan  #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Situasi Pandemi, BNI Life Optimal Membayarkan Klaim Nasabah

Oleh windarto
pada hari Jumat, 14 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT BNI Life Insurance (BNI Life) komitmen Membayarkan klaim kenapa nasabahnya yang meninggal karena kecelakaan di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat ...
Bisnis

Siasati Situasi Pandemi, Manulife Indonesia Mulai Proyek Triple C's

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) meluncurkan proyek Triple C"s, Connect & Collaboration to be Champions, salah satu langkah inovatif dalam ...