Berita

Komisi X Minta Kasus Kematian Paskibra di Tangsel Diusut Tuntas

Oleh Fitriani pada hari Rabu, 07 Agu 2019 - 08:59:00 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1565142141.jpg

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dalam sebuah rapat di Komisi X. (Sumber foto : Ist)

TANGSEL (TEROPONGSENAYAN) --Komisi X DPR menyesalkan meninggalnya calon anggota paskibra di Tangerang Selatan (Tangsel), Aurellia Quratu Aini.

Komisi X meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengawasi pelatihan paskibra yang dilakukan di daerah.

"Kami menyesalkan. Dan ini mungkin perlu jadi perhatian juga nanti bagaimana Kementerian ikut melakukan pembinaan dan pengawasan ke daerah," kata Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian kepada wartawan, (4/8/2019) kemsrin.

Hetifah menceritakan bahwa dia sempat meninjau langsung pelatihan paskibraka nasional di Cibubur pada Jumat (2/8) malam. Menurutnya, pelatihan itu dijalankan dengan baik dan meminta daerah mengikuti standar pelatihan yang diterapkan untuk paskibraka nasional.

"Latihan fisiknya ada, karena kan untuk itu ya menjaga. Tapi kayaknya dari waktu malam itu juga saya lihat masih, waktu gempa kemarin kan, semuanya kelihatan masih happy, dan lengkap semuanya nggak ada yang sakit. Makanannya, menunya juga saya cek, menu itu dijaga betul, nggak ada santan atau apa. Pokoknya seriuslah gitu. Iya (daerah ikuti standar nasional), karena yang saya lihat bagus," ungkapnya.

Hetifah meminta Kemenpora mengecek dan memberikan kurikulum ataupun metode pelatihan yang selama ini digunakan di daerah. Politikus Golkar itu juga meminta kasus ini diselidiki dan menindak tegas pelakunya agar memberikan efek jera.

"Maksudnya kasus ini diperjelas gitu, supaya menjadi efek jera, tidak terjadi lagi. Jadi harus diselidiki penyebabnya apa, harus ada penyelidikan, dan hasilnya itu ya diberi tindakan yang tegas. Kalau dibiarkan nanti bisa terjadi lagi. Jadi biar menjadi pembelajaran untuk semua, bukan cuma di Tangerang (Selatan), jadi ini harusnya terekspose kan nanti Kemenpora harus ikut turun tangan gitu," ujar Hetifah.

Sebelumnya, Aurellia Quratu Aini tewas diduga akibat mengalami kekerasan. Calon anggota paskibra Tangerang Selatan (Tangsel) itu diduga dianiaya senior pembina. Ibu Aurellia, Sri Wahyuniarti menilai ada aturan yang dilanggar senior Aurel selama pembekalan dan pelatihan. 

Namun orang tua Aurel tak akan melapor ke polisi. Ia berharap tidak ada tindakan hukum apa pun terhadap institusi atau oknum pelatih paskibra. Mereka juga tidak ingin anaknya diautopsi. Pihaknya sudah merasa ikhlas meski berat.

"Jadi harapan kami, ke depan, sampai detik ini saya dan istri beserta keluarga, kami tidak berharap melakukan tindakan langkah hukum kepada institusi maupun oknum yang ada di tim pelatih paskibraka ini," kata ayah Aurel, Faried Abdurrahman. (Alf)

tag: #komisi-x  #dpr  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement