Editorial
Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 08 Agu 2019 - 08:40:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Regenerasi Politik di Tubuh Banteng, Trah Soekarno Masih Berpeluang?

tscom_news_photo_1565228985.jpg
(Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kongres PDI Perjuangan ke V yang saat ini berlangsung pada tanggal 8-11 Agustus 2019 di Bali menentukan arah politik partai berlambang banteng moncong putih itu.

Bagaimana tidak, setelah Presiden Joko Widodo sudah maju dua periode yang akan berakhir pada 2024, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah harus memikirkan regenerasi agar dapat mempersiapkan agenda-agenda politik selanjutnya.

PDI Perjuangan sudah memiliki dua anak Megawati, Puan Maharani dan Prananda Prabowo untuk melanjutkan memimpin pucuk partai tersebut. Kedua anak Megawati tersebut sudah dipersiapkan dengan matang untuk menghadapi dinamika-dinamika politik.

Dimana, Puan Maharani sudah ditempatkan oleh Megawati sebagai menteri dalam kabinet Joko Widodo periode 2014-2019 dan akan dipersiapkan untuk menjadi Ketua DPR RI 2019-2024. Sementara, Prananda yang dikenal sebagai orang dibelakang layar dalam menyukseskan PDI Perjuangan di Pemilu 2019.

Namun, perlu diingat tokoh-tokoh PDI Perjuangan yang tidak ada turunan trah Soekarno juga lebih dikenal oleh publik dan berprestasi sehingga akan terjadi gesekan politik internal yang kuat jika salah melangkah dalam memutuskan regenerasi kepemimpinan di partai yang didominasi warna merah tersebut.

tag: #pdip  #megawati-soekarnoputri  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Editorial Lainnya
Editorial

Redam Harga Masker!

Oleh Firdaus
pada hari Selasa, 18 Feb 2020
Belakangan ini masyarakat terkejut dengan lonjakan harga masker hingga lebih 100% dan barangnya langka di beberapa apotik di Jakarta maupun daerah lainnya. Bahkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha ...
Editorial

Degradasi Etika Pejabat

Keputusan Pemerintah menentukan Pangkalan Militer TNI di komplek Pangkalan Udara Raden Sajad Kepulauan Natuna untuk lokasi observasi 238 WNI dari Wuhan, China, adalah keputusan yang tepat. Pertama, ...