Bisnis
Oleh pamudji pada hari Sabtu, 10 Agu 2019 - 22:52:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Perbankan Harus Berani Beri Bunga Nol Persen kepada Mobil Listrik

tscom_news_photo_1565452331.jpeg
Mobil listrik (Sumber foto : Pandji_TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pakar ekonomi Universitas Indonesia (UI) Haryadin Mahardika menilai industri keuangan perlu memberikan bunga kredit nol persen bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil listrik. Upaya ini dilakukan agar mobil tersebut lebih kompetitif dibandingkan mobil konvensional.

"Masalah pemasaran dan penjualan mobil listrik perlu diperhatikan mengingat mobil listrik merupakan sarana transportasi masa depan kita," ujar Haryadin Mahardika di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Menurut dia, kalau bisa aturan penjualan mobil listrik tersebut dikaitkan dengan insentif. Tidak hanya insentif bersifat pajak, Haryadin juga mengharapkan adanya insentif non pajak. Insentif jenis ini, misalnya, dengan didukung oleh industri keuangan melalui pemberian bunga kredit nol persen kepada keluarga yang ingin membeli mobil listrik.

Ia mengatakan berbagai insentif yang diberikan tersebut harus diarahkan agar harga mobil listrik lebih murah atau di bawah harga mobil konvensional.

Kalau harga mobil listrik terlalu mahal, maka kemungkinan akan menghadapi persaingan berat dengan mobil-mobil nasional yang dipasarkan di Indonesia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan industri kendaraan elektrik memerlukan waktu lebih dari dua tahun. Hal itu karena sejumlah perusahaan otomotif melihat minat pasar terhadap produk tersebut.(plt)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...