Berita

Majukan Pertanian, Komisi IV Minta IPB Buat Terobosan

Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 12 Agu 2019 - 12:20:52 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1565587252.jpeg

Pertanian (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menilai implementasi dari nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian (BK) DPR RI dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan hal yang penting dan sangat dinantikan, sehingga IPB dapat memberikan terobosan baru pada sektor pertanian. 

Mengingat, saat ini Indonesia sedang menghadari masalah pertanian yang sangat serius.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu mencontohkan salah satu masalah yang harus mampu ditangani adalah bagaimana Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa perlu impor dari negara lain. 

"Bagaimana kalau bisa kita itu enggak impor. Impor memang tidak dilarang, tapi masa sih harus impor? Padahal seharusnya bisa. Nah ini yang harus kita luruskan," kata Edhy di Jakarta, Senin (12/8/2019).

"Kita minta MoU dengan perguruan tinggi ini, saya yakin juga akan mencetak kader-kader hebat dan para peneliti di sini yang kita mau minta ada terobosan-terobosan dalam sektor pertanian," tambahnya.

Edhy menjelaskan jika terobosan dalam sektor pertanian tentu akan memerlukan biaya tambahan. Saat ini ia memastikan anggaran yang dialokasikan untuk pertanian pun bukanlah angka yang kecil. 

Ia berpendapat efektivitas anggaran tersebut harus dievaluasi terhadap produktivitas sektor pertanian, sehingga ke depannya jika anggaran pertanian ditambah maka harus mampu mengurangi angka impor bahan pangan.

"Ya jangan sampai kita membesarkan anggaran, tapi ujungnya juga produktivitasnya sama, jadi impornya masih jalan terus. Kita tidak menampikkan bahwa kita tidak berdiri sebagai satu negara sendirian di dunia ini, tapi bukankah untuk menjaga ketahanan itu jauh lebih penting, karena ujungnya adalah untuk kedaulatan. Jangan ngomong kita berdaulat kalau ujungnya kita masih harus bergantung dengan negara lain," paparnya.

Politisi dapil Sumatera Selatan I ini pun meminta IPB untuk memberikan kontribusi lebih, khususnya dalam pengembangan teknologi di sektor pertanian. Jika masalahnya ada pada anggaran, Edhy menyatakan siap untuk membuka jalan melalui kerja sama dengan berbagai pihak agar IPB dapat menerima anggaran dari APBN. 

Edhy pun siap untuk melibatkan KPK maupun penegak hukum lainnya guna menghindari adanya penyelewengan anggaran untuk penelitian tersebut.

"Tujuan akhirnya bagaimana muncul teknologi baru yang menciptakan pertanian kita semakin bagus. Beras yang selama ini bulirnya hanya beberapa ratus biji dalam satu bibit bagaimana bisa menjadi lebih banyak lagi. Kan itu yang harus jadi terbososan," tuturnya.

"Ini baru satu produksi, yang lain dari peternakan apakah kita harus impor sapi terus setiap saat? kenapa tidak berani kita munculkan produksi sapi sendiri, padahal kita punya karyawan, punya tempat, punya masyarakat, punya petani. Tinggal bagaimana menyatukannya," imbuhnya. (ahm)

tag: #komisi-iv-dpr  

Bagikan Berita ini :