Ragam
Oleh ferdiansyah pada hari Selasa, 13 Agu 2019 - 09:47:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: KPI Tidak Berhak Awasi Konten Digital

tscom_news_photo_1565664468.jpeg
Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--
Pengamat sosial Maman Suherman (Kang Maman) menilai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tdak berhak mengawasi konten digital media streaming Netflix, YouTube, maupuan layanan lain yang sejenis.

"KPI itu amanatnya mengawasi televisi dan radio frekuensi publik. Di (ranah) situ, bukan di (ranah) broadband seperti Netflix dan YouTube," kata Maman di sela diskusi "Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya" di Gedung Museum Nasional Jakarta, Senin (12/8/2019).

Maman mengatakan, amanat yang diberikan kepada KPI hanya untuk mengawasi konten free to air yang menggunakan frekuensi publik.

"Saya cuma mau bilang, (konten) radio dan televisi saja PR-nya masih banyak. (KPI) tidak usah terlalu luas (pengawasannya)," katanya.

Pengawasan konten digital seperti Netflix, YouTube, atau layanan sejenisnya, menurut Maman, harus dengan undang-undang yang lain dan bukan dengan Undang-Undang Penyiaran.

"Bukan KPI yang punya hak masuk ke situ (konten digital). (Tapi,) lembaga lain. Katanya, KPI mau masuk (pengawasan) ke situ (konten digital). Menurut saya, (langkah itu) kurang tepat," katanya.

Berbeda dengan lembaga penyiaran free to air televisi ataupun radio, aplikasi seperti Netflix ataupun Youtube memiliki aturan layanan yang lebih rinci. Aturan itu mencakup batasan umur penonton, setelan dan kendali orang tua, serta aturan lain.

Maman menilai layanan konten digital seperti Netflix ataupun Youtube cukup diawasi atau ditindak menggunakan undang-undang lain seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, ataupun Undang-Undang Pornografi.

"Kalau KPI tiba-tiba masuk ke sana (layanan digital), buat saya cuma satu. KPI sedang menciptakan wacana ruang kekuasaannya. Menurut saya, masih banyak konten radio dan televisi yang harus diawasi dan dibina," ujar Maman.(plt/ant)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Ragam Lainnya
Ragam

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,8 Guncang Maluku Utara

Oleh Tommy
pada hari Jumat, 05 Jun 2020
MALUKU UTARA (TEROPONGSENAYAN)-Gempa berkekuatan Magnitudo 6,8 mengguncang Maluku Utara Kamis (4/6) dan mengakibatkan 128 rumah rusak. Rincian 99 unit rumah rusak ringan (RR), 18 unit rumah ...
Ragam

DPR Tunda Pembahasan Koperasi dan Riset RUU Cipta Kerja

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Badan Legislasi (Baleg) DPR dan Pemerintah sepakat untuk menunda pembahasan daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU Cipta Kerja terkait isu perkoperasian. Ketua Baleg ...