Bisnis
Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 21 Agu 2019 - 16:08:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Awas, Indonesia Dalam Ancaman Resesi Ekonomi

tscom_news_photo_1566378511.jpeg
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia dihantui bahaya resesi bila tak mewaspadai acanam ekonomi global. Saat ini, ekonomi global cenderung membawa pelemahan terhadap perekonomian negara-negara berkembang.

"Tidak hanya Indonesia yang mengalami tantangan tersebut, tetapi seluruh negara, terutama negara berkembang," ujar Sri seminar nasional Nota Keuangan RAPBN 2020: Mengawal Akuntabilitas Keuangan Negara di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Menurut Menkeu, bahaya resesi menjadi prioritas utama kewaspadaan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global atau eksternal.

"Apa yang kita perhatikan dalam ekonomi dunia, proyeksi ekonomi dunia melemah, bahkan beberapa bisa disebut resesi. Ini pusat kewaspadaan kita," katanya.

Menurut Sri Mulyani, saat ini resesi bukan hanya menjadi ancaman negara-negara berkembang. Sebaliknya, negera yang mengalami pelemahan hingga resesi merupakan negara yang sangat berpengaruh.

"Jerman, Singapura, negara latin AS seperti Argentina yang dalam masa krisis, Meksiko, Brasil, juga dalam situasi sulit. Eropa juga mengalami berbagai masalah seperti Brexit," jelasnya.

Sebagai antisipasi ancaman tersebut, kata Sri, pemerintah tengah merancang pengoptimalan penggunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 untuk menjaga ekonomi nasional. (plt)

tag: #ekonomi-indonesia  #sri-mulyani  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...