Berita
Oleh Jihan Nadia pada hari Sabtu, 24 Agu 2019 - 21:45:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Perang Dagang AS-China Tegang, Indonesia Harus Waspada Banjir Barang Impor

tscom_news_photo_1566656530.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali meningkat. Setelah Trump meminta sejumlah perusahaan asal AS untuk hengkang dari China, kemudian dibalas oleh China dengan kembali mengenakan tarif impor untuk barang asal AS.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan memang eskalasi perang dagang ini dapat menimbulkan resesi ekonomi secara global.

Bhima menyampaikan perang dagang ini secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja ekspor impor. Hal ini karena Indonesia merupakan negara pemasok barang mentah. Sehingga jika permintaan AS dan China anjlok, maka harga komoditas pertambangan sampai perkebunan diperkirakan masih melambat hingga tahun depan.

"Recovery harga komoditas yang lambat ini harus diwaspadai khususnya terhadap daya beli daerah yang mengandalkan ekspor komoditas seperti Sumatera dan Kalimantan. Kalau konteks Indonesia gejala krisisnya bisa dipicu dari daerah luar Jawa," kata Bhima saat dihubungi, Sabtu (24/8/2019).

Karena itu, pertumbuhan ekonomi akan melambat ke 5% jauh di bawah asumsi 5,3% versi APBN 2019 dan 2020.

Dia menambahkan, masalah lain yang harus diwaspadai dari perang dagang ini adalah pengalihan barang impor dari China ke Indonesia.

"Maklum pasar Indonesia 260 juta penduduk yang tingkat konsumsinya cukup dominan. Barang barang dari China yang banjir karenatrade warakan perlebar defisit perdagangan sekaligus CAD," jelas dia.

Namun ada juga sedikit dampak positif untuk Indonesia, yakni terbukanya peluang ekspor.

Hal ini karena barang AS yang bea masuknya ditambahkan oleh China US$ 75 miliar seperti komponen otomotif, produk pertanian seperti kedelai, etanol dan daging sapi.

"Indonesia punya banyak manufaktur di komponen otomotif, dan bisa mengisi kekosongan minyak nabati China yang sebelumnya di-supplyAS," imbuh dia seperti dikutip detikcom.

Selain itu produksi sawit dalam bentuk CPO Indonesia tahun 2018 saja mencapai 43 juta ton, dan sekarang over supply.

"Saran saya segera kirim tim promosi dan negosiasi dagang untuk ajak pengusaha China serap lebih banyak produk Indonesia," jelasnya. (Alf)

tag: #amerika-serikat  #ekonomi-indonesia  #cina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Simak: Ini Penjelasan Anies soal Kontroversi Reklamasi Ancol

Oleh windarto
pada hari Minggu, 12 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Polemik Reklamasi Ancol terus bergulir hingga kini. Terkait hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan resmi yang menjadi dasar bagi Pemerintah ...
Berita

Muhammadiyah Tegaskan Virus COVID-19 Itu Nyata, Bukan Konspirasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, pandemi COVID-19 bukan hasil konspirasi. "Pandemi ini bukan ilusi, bukan konspirasi, tetapi realitas ...