Begini Strategi Pemenuhan Kebutuhan Pangan di Ibu Kota Baru

Oleh pamudji pada hari Sabtu, 31 Agu 2019 - 08:15:25 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1567214125.jpeg

Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di ibu kota baru. Yakni, dengan mempersiapkan sistem kluster tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan menggunakan teknologi pertanian modern.

Strategi itu diupayakan sehingga semua kebutuhan pangan dipenuhi sendiri tanpa adanya impor. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memproyeksi, ibu kota baru bakal menjadi salah satu wilayah pendukung ekspor dan lumbung pangan dunia.

"Kami targetkan ibu kota baru mampu menjadi wilayah pendukung ekspor," kata Amran dalam keterangan resmi, Sabtu (31/8/2019).

Amran menyatakan telah melakukan perhitungan proyeksi kebutuhan pangan ke depan dalam memenuhi kebutuhan pangan ibu kota baru, dengan membangun klaster pengembangan komoditas. Lahan pertanian di Kalimantan Timur, menurutnya, sangat cocok untuk menghasilkan pangan, khususnya komoditas hortikultura.

“Mimpi besar kami adalah menyiapkan pangan untuk penduduk di ibu kota baru. Kita siapkan lebih awal karena katakanlah pindah 2024, umur komoditas hortikultura dua sampai tiga tahun sudah berbuah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Amran menegaskan ke depan pembangunan pangan ibu kota baru dapat meminimalisasi impor pangan. Sebab pangan dapat diproduksi masyarakat Kalimantan Timur sendiri. Menurut Amran, hal ini dapat diwujudkan karena Kementan sejak awal telah menyiapkan 500 juta pohon bibit tanaman perkebunan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 10 triliun. Pada 2018, bantuan yang diberikan untuk bibit hortikultura  sekitar 30 ribu-50 ribu pohon dan bakal ditingkatkan hingga 100 ribu pohon per tahun.

“Kemudian kami juga sudah kirim sapi terbesar tiga tahun lalu untuk Kalimantan Timur sebanyak 2.000 ekor, terbesar di seluruh Indonesia. Potensi padi sudah kami hitung yang minus tinggal 60 ribu ton. Ini sangat kecil sebab lahan rawa Kalimantan yang dijadikan lahan pertanian sudah selesai, sehingga produksi padi kita surplus dan nantinya ekspor ke negara tetangga," ujarnya

Amran menginginkan seluruh 10 kabupaten di Kalimantan Timur untuk membuat klaster budidaya pangan per komoditas. Dengan demikian, Amran mencontohkan, kebutuhan beras negara tetangga seperti Malaysia sebanyak 1,5 juta ton dapat dipenuhi dari Indonesia dan ini bisa disuplai dari produksi di Kalimantan. Sementara produksi padi di Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ibu kota baru.

“Kami tahu Kabupaten Panajam, traktornya telah kami berikan 300 unit. Jadi alsintan terbanyak dan sapi terbanyak kami sudah berikan Kalimantan Timur. Ke depan bantuan kami tambah lagi,” ujarnya.(plt)

tag: #pemindahan-ibu-kota  

Bagikan Berita ini :