Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 09 Sep 2019 - 17:15:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Kacau, Gara-gara Kemensos Bulog Terancam Bangkrut

tscom_news_photo_1568023878.jpg
Mensos Agus Gumiwang dan Jokowi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Perum Bulog diberikan mandat oleh pemerintah untuk menyerap bahan pangan pokok seperti beras dari ‎petani. Dalam menyerap bahan pangan itu, Bulog meminjam uang dari bank dengan bunga komersial.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menyebut bahwa pihaknya kini harus menyiapkan uang sebesar Rp 14-16 miliar per hari, atau Rp 240-250 miliar per bulan untuk membayar bunga pinjaman bank untuk menyerap bahan pangan.

"Ada penugasan untuk‎ menyerap bahan pokok, itu uangnya dari pinjaman semua. Hari ini tiap hari kami siapkan anggaran Rp 14-16 miliar untuk bayar bunga dan operasional, sebulan Rp 240-250 miliar untuk bunga saja, belum pokok pinjaman," ucapnya dalam Rapat Gabungan di Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Saat disinggung oleh anggota DPR mengenai jumlah pinjaman dan bunga yang harus dibayar Bulog,dia mengaku tak hafal. Namun, menurut Buwas, hal tersebut memberatkan Bulog lantaran kini bantuan beras ‎miskin (raskin) dialihkan jadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dia mengaku meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Bulog akan menjadi penyalur tetap beras untuk program BPNT, tetapi hal itu belum terealisasi sepenuhnya. ‎Buwas berharap, Kemensos dapat menunaikan perintah Jokowi.

"Tapi di lapangan sampai saat ini dari pihak ketiga masih belum ikhlas diserahkan ke Bulog. Kita terus berusaha dan bertempur," kata Buwas.

Apabila perintah Jokowi tidak dijalankan, Buwas khawatir Bulogke depan bisa bangkrut akibat beras tak terserap, sementara bunga bank begitu besar. Maka dari itu, diharapkan seluruh pihak terkait memperhatikan kepentingan negara.

"Ini kalau Bulog tidak diberikan peluang, maka Bulog akan kolaps dan nanti akan hilang karena akan dinyatakan rugi besar," tegasnya. (Alf)

tag: #kementerian-sosial  #bulog  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Anies Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19 di DKI

Oleh Rihad
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan arus warga  ke luar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan ...
Berita

Tradisi Balon Udara Berbahaya Bagi Penerbangan, Pelanggarnya Bisa Didenda Rp 500 Juta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tradisi menerbangkan balon udara sangat berbahaya. Jika sampai terbang tak terkendali, balon udara bisa membahayakan penerbangan. Bayangkan, sebuah balon udara berukuran ...