Berita

Soal Ketahanan Pangan di Ibu Kota Baru, Peneliti: Amran Perlu Banyak Persiapan

Oleh Jihan Nadia pada hari Kamis, 12 Sep 2019 - 20:10:00 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1568292515.jpg

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam kurun lima tahun ini nilai ekspor produk pertanian Indonesia selalu mengalami peningkatan.

Jika dilihat dari tahun 2013, Indonesia ternyata hanya mampu mengekspor produk pertaniannya sebanyak 33,5 juta ton. Peningkatan baru terjadi di tahun-tahun berikutnya.

Bahkan total ekspor Indonesia sempat dua kali terjadi pada 2016, yaitu mencapai 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton.

Selanjutnya di tahun 2017, total ekspor Indonesia semakin meningkat hingga 41,3 juta ton. Sementara pada 2018 berhasil mengekspor sebanyak 42,5 juta ton.

Dari data tersebut, selama periode 2014-2018 terhitung jumlah seluruh nilai ekspor produk pertanian Indonesia berhasil mencapai Rp 1.957,5 triliun dengan akumulasi tambahan Rp 352,58 triliun.

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo menilai, pencapaian tersebut tak terlepas dari peran Kementerian Pertanian (Kementan) yang selama lima tahun terakhir ini berupaya keras menjaga ketahanan pangan Indonesia.

"Itu semua karena keuletan dan gigihnya Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang mengurus kekayaan pangan kita, supaya pangan Indonesia berdaulat," kata Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo, Kamis (12/9/2019).

Peneliti Laboratorium Kebijakan dan Sosial Politik Indonesia A Firdaus menilai, sebagai sosok yang memilki pemikiran visioner dan futuristik terkait masa depan pangan di Ibu Kota Indonesia yang baru nanti, Kalimantan Timur.

"Pangan ini kan soal hidup matinya masyarakat. Negara ingin kuat, ya pangannya harus kuat juga. Nah, rasanya dari yang disampaikan Amran mengenai pangan di Ibu Kota baru nanti adalah pemikiran cerdas," ujar Firdaus.

Firdaus mengatakan, lbu Kota Indonesia yang baru nanti memerlukan banyak persiapan agar tak mengalami kesulitan teknis ke depannya. Amran, menurut Firdaus, cukup jeli mempersiapkan itu.

Firdaus mengungkapkan, secara kebijakan politik, Amran Sulaiman menunjukkan keberpihakan total terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Ibu Kota saja belum dibangun, tapi Amran sudah susun peta pangannya. Artinya, Amran tak hanya memikirkan kondisi kini saja untuk Indonesia. Ke depannya juga telah dirancang," ucap Firdaus yang juga merupakan staf pengajar di Unas.

Sebelumnya, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Amran Sulaiman menyampaikan strateginya tentang usaha memenuhi ketersediaan kebutuhan pangan di Ibu Kota Indonesia yang baru agar cukup dan mandiri.

Desain yang dirancang Amran Sulaiman dengan menerapkan sistem kluster tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan. Itu semua akan memanfaatkan kemajuan teknologi pertanian modern.

Selain itu, Amran Sulaiman juga ingin lahan produktif di Kalimantan Timur yang masih luas dapat dioptimalkan untuk tata kelola pertanian. Dengan begitu Kalimantan Timur dapat juga menjadi Ibu Kota ekspor dan lumbung pangan dunia. (Alf)

tag: #kementerian-pertanian  

Bagikan Berita ini :