Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 25 Sep 2019 - 16:51:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Yasonna: Ada Kelompok Yang Ingin Mengacaukan Pelantikan Presiden

tscom_news_photo_1569405071.jpg
Demo mahasiswa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengaku mendapat informasi soal adanya kelompok yang mencoba mengacaukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

Hal ini, kata dia, khususnya setelah aksi massa mahasiswa menolak RUU KUHP di depan gedung DPR/MPR Jakarta yang berujung ricuh.

"Setelah kita teliti, rupaya ada gerakan sistem, gerakan tambahan. Ada itu kemarin. Setelah kita tunjukkan ada," kata Yasonna di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Dia pun mempertanyakan aksi yang awalnya hendak menyampaikan aspirasi namun berujung anarkis dengan merusak fasilitas umum, membakar mobil, dan pos polisi.

"Saya tanya, kalau sampai merusak, membakar mobil orang. Emang begitu caranya?," kata Yasonna.

Lebih jauh, soal kecurigaannya tersebut, Yasonna menyerahkan kepada Wiranto untuk menjelaskannya. Sebab pemberitahuan tentang indikasi itu adalah otoritas Wiranto sebagai seorang Menko Polhukam.

"Ada lah. Kita enggakasbun(asal bunyi) kok. Adalah. Enggak usah kita persoalkan. Ada, tanya Pak Menko Polhukam. Itu bukan otoritas (saya). Tapi saya tahu, kami rapatkan," tegasnya. (Alf)

tag: #aksi-mahasiswa  #dpr  #menkumham-yasonna-laoly  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Golkar Bantah Tudingan Arteria Dahlan soal Omnibus Law Titipan Swasta

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 05 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota Baleg DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo mengaku prihatin atas tudingan Anggota Baleg Fraksi PDIP, Arteria Dahlan Yang melontarkan kecurigaan bahwa Rancangan ...
Berita

Tak Ada WNI yang Jadi Korban Ledakan di Lebanon

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Y. Thohari memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa ledakan ...