Oleh Fitriani pada hari Kamis, 17 Okt 2019 - 20:10:23 WIB
Bagikan Berita ini :

Pertanyakan Fungsi FPI, Moeldoko: Tuhan Kok Dibela

tscom_news_photo_1571317823.jpg
Moeldoko (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldokomempertanyakan fungsi organisasi masyarakatFront Pembela Islam(FPI) di Indonesia. Menurutnya, Islam dan Tuhan tak perlu dibela.

Seperti diketahui, pernyataan Moeldoko berawal dari pertanyaan peserta kuliah umum Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini. Peserta tersebut bertanya kepada Moeldoko apakah faktor agama mempengaruhi stabilitas negara Indonesia seperti terjadi di negara-negara Timur Tengah lewat fenomena Arab Spring.

"Apakah agama berpengaruh terhadapstability? Iya. Sekarang ini banyaklah yang mengklaim paling benar dengan agamanya. Dia sudah bisa mendefinisikan dengan masuk surga, orang lain masuk neraka," ucap Moeldoko di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/10/2019).

Dikatakan Moeldoko, persoalan agama sangat mempengaruhi stabilitas negara. Oleh sebab itu, ia meminta agar tidak ada lagi perdebatan minoritas dan minoritas.

Tak hanya itu, Moeldoko menyebut salah satu kelompok saat mencontohkan intoleransi. Moeldoko menyatakan dirinya adalah muslim dan tidak merasa agamanya perlu dibela oleh ormas tersebut.

"Mengapa harus ada apa itu Front Pembela Islam? Apa yang dibela? Yasorryya, aku langsung ngomong blak-blakan saja kan gitu. Memangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa? Apalagi itu dibela? Tuhan kok dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan," ungkap Moeldoko.

Moeldoko meminta agar tidak ada lagi kelompok-kelompok yang mengusung intoleransi. Lantaran menurutnya, hal itu hanya akan mengganggu stabilitas negara Indonesia.

"Enggak boleh dong, yang benar saja. Banyak yang sekarang seperti itu. Jangan menipu Tuhan lah, Tuhan Maha Tahu," paparnya.

Pada Agustus 2019, Juru bicara Front Pembela IslamSlamet Ma"arif menyatakan bahwa FPI menyatakan bahwa FPI tak bertentangan dengan Pancasila. Pada saat itu, Slamet heran dengan pemerintah yang menuding mereka bertentangan dengan Pancasila.

"Kami bingung, sisi mana yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Kami sudah 21 tahun tidak ada masalah, bahkan kami NKRI harga mati. Setiap bencana kami hadir," ujar Slamet. (Alf)

tag: #fpi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Ratusan Tenaga Medis Di Jatim Terpapar Covid-19

Oleh Tommy
pada hari Jumat, 29 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Sebanyak 135 tenaga kesehatan di Jawa Timur terpapar Covid-19. Dari jumlah itu, 62 orang di antaranya adalah perawat. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ...
Berita

Pasar Terbesar di Cirebon Ditutup Setelah Ditemukan Pedagang Terpapar Virus Corona

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, memutuskan menutup Pasar Sumber, salah satu pasar tradisional terbesar di daerah tersebut hingga 14 hari mendatang. ...