PKS Tolak Cawagub Jagoannya Dievaluasi, Pemilihan Wagub DKI Terancam Deadlock

Oleh Jihan Nadia pada hari Senin, 21 Okt 2019 - 15:59:27 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1571648367.jpg

Dua Cawagub PKS: Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mengaku tidak pernah berencana melakukan evaluasi terhadap kandidat Cawagub DKI jagoannya. 

Partai dakwah juga belum pernah berkomunikasi tentang kemungkinan menarik lagi nama Cawagub dengan jajaran DPRD DKI Jakarta. 

Diketahui, kursi orang nomor dua di Ibu Kota telah kosong selama 14 bulan.

“Dari PKS belum ada rencana baik komunikasi maupun evaluasi terhadap dua calon yang namanya telah kami sodorkan sejak lama,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Arifin, kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Hal ini disampaikan Arifin, menangapi rencana evaluasi pemilihan Wagub DKI Jakarta yang sebelumnya dilontarkan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik.

“Kemungkinan rencana itu hanya keinginan pihak Gerindra saja. Alih-alih evaluasi, kunci utama agar proses berlarut-larut ini segera selesai adalah pelaksanaan Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD untuk membahas pemilhan Wagub,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Gerindra, yang juga Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik mengatakan akan mengajak PKS mengevaluasi pemilihan cawagub pengganti Sandiaga Uno untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Evaluasi itu, kata Taufik, berkaitan dengan komunikasi dalam pemilihan Wagub yang hingga saat ini mandek lebih dari setahun. Tak hanya itu, evaluasi juga sekaligus berkaitan dengan dua nama calon yang telah disodorkan PKS.

“Kita akan evaluasi bersama PKS. Ada dua dievaluasi calonnya atau komunikasinya. Cuma dua itu saja,” kata Taufik di kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) malam lalu.

Taufik optimistis, evaluasi itu nantinya akan dilakukan bersama dengan PKS agar segera diketahui penyebab jelas yang membuat proses pemilihan kursi DKI 2 ini mandek hingga setahun lebih.

Dari hasil evaluasi tersebutlah, sambung Taufik, akan segera dicarikan solusi yang tepat baik yang berkaitan dengan calon, maupun pola komunikasi.

Sementara itu, mantan Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku sempat ditawari untuk kembali mendampingi Anies Baswedan yang disampaikan langsung Prabowo Subianto.

Prabowo, kata Sandi telah menawarkan posisi Wagub ini sejak Pilpres selesai hingga pada saat gelaran Apel Kader Partai Gerindra, Rabu (16/10/2019) lalu.

“Kalau Wagub itu sudah ditawarkan dari awal pilpres selesai, pak Prabowo beberapa kali. Mulai dari setelah MK. Sampai kemarin juga ditanyakan lagi (soal kursi Wagub),” kata Sandi saat berbincang dengan awak media di Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Meski ditawari berkali-kali oleh Prabowo untuk kembali menjabat sebagai Wakil Gubernur, Sandi mengaku menolak. Kata dia, komitmennya sejak awal saat mengundurkan diri sebagai wakil gubernur memang bukan untuk kembali ketika gagal menjabat sebagai wakil presiden.

“Saya selalu bilang ‘enggak pak, enggak’, ini saya sudah putuskan dan sampai kemarin juga, enggak berubah pikiran, enggak pak saya bilang, terima kasih saya bantu bapak saja, saya sudah cukup, saya akan berikan yang terbaik yang saya miliki buat bangsa ini, buat Gerindra,” kata Sandi.

Sandi juga menilai persoalan Wagub DKI adalah masalah yang sederhana dan tak usah berlarut-larut untuk diselesaikan, “Tapi saya enggak tahu apa yang terjadi sampai sekarang ini,” kata dia.

Sebagai informasi, Kursi Wagub DKI sendiri telah kosong sejak Sandiaga Uno mundur demi mengikuti Pilpres 2019 mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres pada Agustus 2018.

Untuk saat ini, setelah disepakati dengan Gerindra, PKS telah mengirimkan dua kadernya untuk mengikuti proses pemilihan wagub di DPRD DKI yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. (Alf)

tag: #pks  #dprd-dki  #partai-gerindra  

Bagikan Berita ini :