Oleh pamudji pada hari Kamis, 24 Okt 2019 - 07:38:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Syahrul Yasin Limpo: Kementerian Lain Tak Boleh Punya Data Pertanian

tscom_news_photo_1571877513.jpeg
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya kementeriannya memegang data pertanian. Data tersebut menjadi domain Kementan, bukan kementerian lain.

Begitu pentingnya data pertanian hingga Syahrul menjadikannya sebagai target kerja pada 100 hari pertama.

"Selama 1-3 bulan ke depan, saya akan menyelesaikan dahulu masalah pendataan. Dengan adanya data yang jelas, dapat diketahui gambaran pertanian setiap daerah. Data ini menjadi milik Kementerian Pertanian yang harus disepakati oleh semuanya. Tidak boleh kementerian lain punya data pertanian," katanya ketika meninjau Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Dia menilai, data menjadi penting karena menyangkut kondisi pertanian saat ini. Apalagi, menurut dia, ketahanan suatu negara ini ditentukan ketahanan pangan. Jika ketahanan pangan baik, keamanan negara tersebut terjamin.

"Indonesia ini kelebihannya ada pada pertanian karena menjadi soko guru. Jadi ketahanan pangan harus diwujudkan," ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Karena itu, dia meminta semua pihak dapat bekerja secara fokus dan maksimal.

“Keberhasilan ini datangnya bukan dari saya sebagai Menteri Pertanian, melainkan datang dari bawah lalu berakumulasi ke atas. Makanya kita harus bekerjasama untuk menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia," katanya.(plt)

tag: #menteri-jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...