BKPM Kejar Investasi Berkualitas, Ini Penjelasan Bahlil

Oleh Ferdiansyah pada hari Minggu, 10 Nov 2019 - 21:52:09 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1573397529.jpg

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (7/11/2019) (Sumber foto : antara)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan investasi yang diharapkan masuk ke Indonesia bukan saja dalam nilai yang besar. Namun juga investasi yang berkualitas. 

"Target kita ke depan adalah mengejar realisasi investasi. Tapi investasi yang berkualitas," kata Bahlil dalam siaran pers yang diterima Minggu (10/11/2019) di Jakarta. 

Seperti yang dia paparkan saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis malam (7/11/2019), Bahlil menjelaskan enam strategi mencapai realisasi investasi yang optimal ke depan. Namun, target investasi tak hanya masuk dalam jumlah yang besar. Lebih dari itu, investasi harus lebih berkualitas.

"Investasi harus menyerap lebih banyak tenaga kerja, bermitra dengan pengusaha lokal, dan memberikan nilai tambah (value added), bagi perekonomian," ujar Bahlil.

Selain itu, Bahlil mengatakan tantangan investasi di era kemajuan teknologi ialah kian meningkatnya inovasi teknologi yang mengganti tenaga kerja manusia.

"Sehingga dulu 1 persen pertumbuhan ekonomi bisa serap 400.000 tenaga kerja. Sekarang tidak lagi sebanyak itu," ujar Bahlil.

Sehingga demi mendorong investasi yang berkualitas, BKPM akan mendorong sektor investasi di industri manufaktur. Ia memandang
investasi di industri manufaktur jauh lebih banyak menciptakan lapangan kerja.

"Selain itu manufaktur juga mampu menciptakan industri-industri turunan lainnya," tuturnya.

BKPM mencatatkan realisasi investasi langsung pada kuartal III 2019 mencapai Rp 205,7 triliun , naik 18,4% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 173,8 triliun. Realisasi Penanaman modal dalam negeri (PMDN) naik 18,9% menjadi Rp 100,7 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) naik 17,8% menjadi Rp 105 triliun.

Bahlil menjelaskan, dengan capaian kuartal III 2019, total realisasi investasi dalam sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 601,3 triliun, naik 12,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Total investasi PMDN mencapai Rp 317,8 triliun, sedangkan PMA mencapai Rp 317,8 triliun.(ris/dbs)

tag: #  

Bagikan Berita ini :