Oleh Syamsul Bachtiyar pada hari Selasa, 19 Nov 2019 - 06:03:08 WIB
Bagikan Berita ini :
Meneg BUMN Kelola Rp 8.200 Triliun

Ganti Semua Eselon I, Erick Thohir: Saya Perlu Teamwork yang Kompak

tscom_news_photo_1574118188.jpg
Meneg BUMN Erick Thohir (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Inilah alasan Menteri BUMN Erick Thohir memilih jalan "radikal" mengganti semua pejabat Eselon I. Menurut dia, selain menjalankan misi Presiden Joko Widodo tentang penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien, juga untuk membangum teamwork yang kuat.

"Untuk mengelola aset sebesar Rp 8.200 triliun itu, saya perlu teamwork yang kompak, yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik," kata Erick melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Perombakan serta efisiensi untuk pegawai di bawahnya juga akan segera dilaksanakan untuk mempercepat gerak dalam membangun BUMN yang positif. Apalagi Penyederhanaan birokrasi ini sudah dicanangkan Presiden Jokowi dalam pidato pelantikan Presiden 2019-2024 yang disampaikan di Ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Alhamdulillah, saya dan kedua Wakil Menteri sudah bertemu dengan semua Pejabat Eselon I secara langsung dan menjelaskan mengenai restrukturisasi ini," katanya.

Menurut Erick, adanya efisiensi posisi serta jabatan adalah bagian dari Tour of Duty. Dari korporasi mengerti mengenai birokrasi. Dia memberi contoh kedua wakil menterinya, Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wiroadmojo.

"Seperti Pak Kartika dan Pak Budi Sadikin (dari korporasi ke birokrasi). Begitu juga dari birokrasi harus mengerti permasalahan di korporasi, seperti yang dijalankan hari ini," ujarnya.

Saat ini, Menteri Erick sudah memiliki dua wakil menteri dan sudah memiliki pos pekerjaan masing-masing. Nantinya, jumlah deputi di Kementerian BUMN akan dipangkas menjadi 3 (tiga) posisi jabatan dari yang saat ini ada 7 posisi jabatan.

"Saya akan berupaya sedemikan rupa agar mereka yang ada di dalam lingkungan BUMN, baik di Kementerian maupun di unit usaha, adalah orang-orang dengan akhlak yang baik berarti memiliki integritas tinggi dan komitmen yang kuat," ucap dia.

"Mereka yang sudah berkeringat dan masih mau berkeringat dan memiliki akhlak yang baik, juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi negeri ini, di sini. Yang penting, akhlaknya baik," tambah Erick.(ril)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...