Kompak, Agun dan Indra Juga Mundur dari Pencalonan Ketua Umum Golkar

Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 03 Des 2019 - 21:17:20 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1575382640.jpg

Indra Bambang Utoyo dan Agun Gunanjar saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Caketum Partai Golkar, Selasa (3/12/2019) di Satay House, Jakarta (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Mengikuti Bamsoet, Indra Bambang Utoyo dan Agun Gunandjar Sudarsa juga mundur dalam pencalonan Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024. Mereka mundur lantaran ada jaminan rekonsiliasi antara Bamsoet dengan Airlangga dan juga untuk menjadi soliditas Partai Golkar. 

Indra mengakui selama ini mengkritisi kepemimpinan Airlangga karena tidak menjalankan manajemen dan tata kelola partai secara baik. Namun dia mendapatkan jaminan bahwa Airlangga mengatakan kepada Bamsoet akan menjalankan Partai Golkar secara demokratis. 

"Kami percaya Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto melakukan rekonsiliasi secara baik. Kami dukung sehingga mundur dari pencalonan bakal ketua umum Golkar," kata Indra saat mengumumkan pengunduran dirinya di Jakarta, Selasa sore (3/12/2019). 

Selain dia dengan Agun pada kesempatan tersebut hadir pula para politisi senior Partai Golkar pendukung Bamsoet antara lain Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Soksi Bobby Suhardiman, Wakorbid Pratama Bambang Soesatyo, dan Nusron Wahid.

Sedangkan Agun mengatakan pada Selasa pagi (3/12/2019) mendapatkan telepon terjadi mengenai rencana rekonsiliasi di Golkar, terutama antara Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto. Kemudian ke dua Caketum melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh Golkar.

"Kami telah dapatkan Airlangga. Tidak hanya sekadar solid, tetapi menjalankan mekanisme demokrasi. Maka, saya nyatakan mundur sebagai calon," ucap Agun.

Agun mengatakan dia maju menjadi calon ketua umum bukan untuk gagah-gagahan atau mencari popularitas. Politikus senior Golkar itu ingin membenahi partai berlambang pohon beringin itu, apalagi melihat perkembangan Golkar akhir-akhir ini di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

"Saya bukan pengurus, bukan pimpinan fraksi, namun hanya anggota yang kebetulan jadi anggota DPR. Dengan menjadi caketum, paling enggak ada hak berbicara. Saya akan sampaikan," ujarnya.

Akan tetapi, melihat perkembangan konstelasi yang terjadi menjelang munas, Agun meyakini akan terjadi perpecahan di tubuh Golkar jika tidak ada soliditas dalam munas.

"Namun, bukan cuma soliditas. Harus ada jaminan dalam lima tahun ke depan untuk menjalankan mekanisme partai secara benar. Pengambilan keputusan harus melalui rapat pleno," katanya.

Bamsoet juga telah menyatakan mundur dari pencalonan ketua umum Golkar untuk menghindari perpecahan, setelah berkonsultasi dengan para senior partai. Dia mengaku kini tidak ada lagi kubu-kubuan dalam tubuh Golkar. 

Sebagaimana diwartakan, Partai Golkar akan menggelar munas yang berlangsung pada 3-5 Desember 2019, salah satu agendanya adalah memilih Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.(ant)

tag: #  

Bagikan Berita ini :