Oleh Jihan Nadia pada hari Jumat, 06 Des 2019 - 17:09:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Ikut Jemput Pesawat Tak Izin Menteri, Tiga Direktur Garuda Terancam Kena Sanksi

tscom_news_photo_1575626941.jpg
Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menyusul pencopotan Ari Askhara sebagai Dirut PT Garuda Indonesia, tiga direksi lainnya terancam kena sangsi. Pasalnya, tiga direktur Garuda tersebut yakni Direktur Teknik & Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Human Capital Heri Akhyar, dan Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal ikut menjemput pesawat baru ke Perancis tanpa ada izin dari Menteri BUMN.

Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan ketiga direksi tersebut tengah dalam pertimbangan untuk dijatuhkan sanksi. Hanya saja Arya belum bisa mengungkapkan sangsi yang akan dijatuhkan terhadap mereka.

Ketiga direktur tersebut diketahui bersama Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara ke Perancis menjemput pesawat baru Garuda. Namun diketahui mereka tidak mengantongi surat izin dari Menteri BUMN untuk keluar negeri menjemput pesawat baru Garuda di Perancis itu.

Belakangan diketahui bukan hanya tak ada izin ke luar negeri, dalam perut pesawat baru milik Garuda itu juga terdapat moge Harlery Davidson dan sepeda Brompton yang dikatagorikan ilegal. Kasus inilah yang kini terus diusut dan didalami pihak Bea Cukai.

Sanksi tegas telah dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir dengan memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. "Sesuai dengan hasil komite audit, ini bukan soal yang berangkat tapi ada barang yang masuk diteliti komite audit yang April sudah dibeli makanya hanya satu yang diberhentikan," ujar Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Menurut Arya Kementerian BUMN menyerahkan kepada Bea Cukai yang akan menentukan adanya tindak pidana atau perdata. Kementerian BUMN belum berkomunikasi secara langsung dengan Ari Askara, melainkan melalui jajaran komisaris di Garuda, termasuk menyampaikan keputusan pemberhentian.

"Kami meminta para komisaris melakukannya. Komunikasi lewat komisaris saja," ucap Arya.(dbs/rep)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...