Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 07 Des 2019 - 06:40:38 WIB
Bagikan Berita ini :

Giliran BEI Desak Garuda Segera Klarifikasi Moge Ilegal dan Pencopotan AA

tscom_news_photo_1575675638.jpg
Dirut BEI Inarno Djajadi (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kisruh penyelundupan Harley Davidson bekas dan sepeda Brompton yang membuat Dirut PT Garuda Indonesia dicopot, kini giliran PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Garuda Indonesia (GIAA) segera memberikan klarifikasi. Pasalnya GIAA adalah perusahaan publik yang tercatat di BEI.

"Terkait dengan pemberitaan di media mengenai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Bursa telah menyampaikan permintaan penjelasan untuk mengklarifikasi berita yang ada baik issue illegal cargo maupun mengenai pemberhentian direksi," ujar Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, Jumat (6/12/2019).

Menurut Inarno Djajadi, sebagai Perusahaan Tercatat Garuda Indonesia dituntut memenuhi prinsip keterbukaan dan transparansi sesuai penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Selanjutnya, Inarno meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada perseroan untuk memberikan klarifikasi atas sejumlah isu tersebut.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memecat Ari Askhara dari jabatannya sebagai direktur utama Garuda Indonesia. Hal tersebut terkait kasus penyelundupan motor Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton di pesawat Airbuss A330-900.(rep)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...