Oleh pamudji pada hari Jumat, 13 Des 2019 - 17:32:19 WIB
Bagikan Berita ini :

Jika Tak Produktif, Anak-Cucu Usaha Garuda Bakal Ditutup

tscom_news_photo_1576233139.jpg
Pesawat Garuda (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kementerian BUMN bakal menutup beberapa anak dan cucu usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang dianggap tidak produktif

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo kembali menegaskan opsi penutupan tersebut. Keputusan itu akan diambil usai Kementerian BUMN mengkaji kinerja kelompok usaha Garuda.

"Kami akan review semua. Kalau ada anak usaha yang tidak produktif, ya kami akan tutup lah. Kami lihat terlalu banyak. Ada cicit semua," ujar pria yang akrab disapa Tiko,di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Mantan dirut Bank Mandiri tersebut mengatakan inti anak usaha Garuda adalah PT GMF AeroAsia Tbk. Entitas anak itu bergerak di bidang perawatan pesawat atau maintenance repair and overhaul (MRO).

Tidak cuma GMF Aeroasia, Garuda juga memiliki anak-anak usaha lainnya, seperti Citilink Indonesia, Gapura Angkasa, Aerowisata, Sabre Travel Network Indonesia. Tak terkecuali cucu usaha yang namanya sempat membuat Menteri BUMN Erick Thohir tertawa lebar, yakni Garuda Tauberes Indonesia.

Garuda Tauberes bergerak di bidang jasa layanan pengiriman, dengan tiga produk. Yakni kirim paket, kargo udara dan belanja online.

"Yang lain-lain yang tidak memberikan value akan kami review," ucapnya.(plt)

tag: #garuda-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...