Oleh Tommy P pada hari Jumat, 07 Feb 2020 - 08:49:51 WIB
Bagikan Berita ini :

BI Kembangkan Kluster Bawang Putih

tscom_news_photo_1581040191.jpg
(Sumber foto : istimewa)

BANYUMAS (TEROPONGSENAYAN)- Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto mengatakan, BI mencoba membuat klaster bawang putih dan jika berhasil akan direplikasikan di tempat lain.

"Kita sudah punya klasternya di Lhokseumawe, kemudian di sini ada juga di Banjarnegara. Kita kembangkan itu, jadi kita datangkan ahlinya itu dari IPB (Institut Pertanian Bogor), bagaimana cara bertani supaya mendapatkan bawang yang besar-besar," kata dia di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (6/2).

Dia mengakui ukuran bawang putih lokal kalah dengan bawang putih yang diimpor dari China. Akan tetapi dari rasa, kata dia, berdasarkan pengakuan masyarakat, bawang putih lokal jauh lebih enak karena sedikit saja sudah berasa enak.

"Nah, sekarang ini yang sedang dikembangkan bagaimana caranya agar besarnya bawang putih lokal tetap sama dengan bawang putih China, bahkan kalau bisa lebih besar dengan rasa yang khas seperti yang di Indonesia itu," katanya.

Menurut dia, saat sekarang merupakan momentum bagus untuk mengembangkan bawang putih lokal namun semua itu butuh waktu. "Jadi, ini kita usahakan kecil dulu ya supaya transfer-transfer itu bisa berhasil. Nanti kalau berhasil, akan kita replikasikan ke tempat yang lain," kata dia.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...