Oleh Sahlan_ake pada hari Sabtu, 22 Feb 2020 - 10:21:16 WIB
Bagikan Berita ini :

MPR: Indonesia Pencemar Sampah Plastik Kedua di Dunia

tscom_news_photo_1582341676.jpg
Sampah plastik (Sumber foto : Ilustrasi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Gerakan Keadilan Solidaritas Bangun Kebangsaan (GERAK BS) mengkampanyekan pengurangan penggunaan kemasan plastik. Tak semata sebagai jargon, pengurangan sampah plastik dibuktikan anggota GERAK BS melalui penggunaan tumbler minum hingga kantong belanja ramah lingkungan dalam berbagai kegiatan hidup sehari-hari.

Bemsoet menyampaikan dari hasil riset McKinsey and Co bersama Ocean Conservancy menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar kedua dunia, peringkat pertama ditempati China. Laporan Bank Dunia 2019 menyebutkan dari 3,2 juta ton sampah plastik yang dihasilkan Indonesia setiap tahunnya, 87 persen dibuang ke laut.

"Indonesia menjadi pencemar sampah plastik kedua terbesar dunia setelah China. Karenanya, butuh kesadaran dari seluruh warga untuk mengurangi penggunaan sampah plastik," ujar Bamsoet usai mengikui Jalan Sehat sekaligus Kampanye Pengurangan Sampah Plastik, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (21/2/20).

Sebagai Ketua Dewan Pembina GERAK BS, Bamsoet juga menyoroti survei Katadata Insight Center 2019 yang memperlihatkan hanya 22 persen rumah tangga di Indonesia yang sadar memisahkan sampah plastik secara khusus. Padahal, meminimalisir penggunaan sampah plastik juga patut diiringi kesadaran warga untuk memisahkan sampah plastik dari sampah lainnya.

"Tak hanya di rumah tangga, tak jarang kita temui di ruang publik walaupun sudah disediakan kantung sampah khusus plastik, namun warga masih saja abai dan malah membuang sampah plastik di bagian sampah organik," kata ia.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, jika sampah plastik bisa dipisahkan secara khusus, memudahkan para pendaur ulang dan memberikan nilai berkelanjutan bagi perekonomian. Hasilnya bisa dijadikan campuran cairan aspal, sumber energi listrik, cacahan biji plastik, pipa plastik, hingga dikonversi menjadi bahan bakar, maupun pembakit listrik tenaga sampah.

Dari sisi regulasi, lanjut ia, Indonesia sudah punya berbagai aturan untuk menjaga lingkungan hidup tetap asri. Antara lain Undang-Undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Tinggal bagaimana kesadaran kita mengimplementasikannya. Karena kita hanya punya satu bumi yang perlu dijaga dan dirawat. Jika bumi ini rusak, rusak jugalah kehidupan umat manusia penghuninya," pungkas Bamsoet. (Al)

tag: #mpr  #bamsoet  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Ingat, Pelonggaran PSBB Bisa Gagal Seperti di Korea Selatan

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 29 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Korea Selatan yang dijadikan model penanganan virus  Corona ternyata menghadapi pandemi gelombang kedua. Situasi ini menjadi memprihatinkan karena ini menjadi bukti ...
Berita

Gegara Duduk Di Kursi Oposisi, Mahathir Dipecat Dari Partai

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Gegara duduk di kursi partai oposisi pada waktu Raja Malaysia pidato parlemen Malaysia 18 Mei lalu, Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia, dipecat dari ...