Bisnis

Corona Merebak, Kapal Pesiar Internasional Tetap Mampir ke Lombok

Oleh Rihad pada hari Tuesday, 25 Feb 2020 - 21:30:00 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1582637293.jpg

Kapal Pesiar (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -  Di tengah merebaknya virus Corona, paket wisata ke Lombok masih diminati. Hal ini terlihat dari kunjungan kapal pesiar ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat yang tetap ramai.

General Manager Pelindo III Cabang Lembar, Baharuddin, menyebutkan  20 kapal pesiar dengan rata-rata jumlah penumpang 1.500-2.000 orang dijadwalkan berkunjung ke Lombok pada 2020. Mereka belum membatalkan rencana kunjungan tersebut. 

"Dari seluruh kapal pesiar yang dijadwalkan berkunjung, belum ada yang membatalkan secara resmi rencana kunjungannya. Memang ada informasi, tapi belum bisa dipastikan," katanya.

Meskipun virus Corona merebak, kunjungan kapal pesiar yang membawa penumpang ribuan orang masih berjalan lancar. Tercatat  empat kapal yang datang ke Lombok membawa ribuan turis asing dari berbagai negara pada Januari-Februari 2020.

Meski demikian, turis asing tersebut tetap diperiksa oleh otoritas di pelabuhan untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat. 

Pihak yang terlibat dalam proses pemeriksaan, yakni unsur karantina pelabuhan, imigrasi, bea cukai, dan pengelola pelabuhan Lembar.

"Tidak ada proses pemeriksaan yang berlebihan. Masih dalam standar seperti sebelum adanya kasus virus Corona," ujarnya.

Menurut Baharuddin, kunjungan kapal pesiar berdampak terhadap perekonomian masyarakat di Pulau Lombok. Misalnya, dari sisi penyewaan alat transportasi darat untuk mengangkut para penumpang ke berbagai destinasi wisata.

Namun, kata dia, ribuan turis asing tersebut tidak bermalam di Pulau Lombok, karena harus melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia.

Meski di Lombok masih diminati turis, secara keseluruhan kunjungan turis ke Indonesia menurun. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Kamis (2/1/2020) menyatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada November 2019 sebanyak 1,291 juta orang. Angka ini menurun dibandingkan dengan  Oktober 2019 yaitu 1,354 juta wisman.

Kunjungan wisatawan di kawasan Pura Agung Besakih menurun drastis. "Ya cukup berdampak, sejak awal Februari, kami rasakan jumlah kunjungan wisatawan terutama wisatawan Cina terus alami penurunan," kata Ketua Manajemen Operasional Pura Agung Besakih, I Wayan Mawit kepada media.

Bulan Februari biasanya jumlah kunjungan wisatawan mencapai 700 wisatawan per hari.  Namun di bulan Februari 2020 ini, kunjungan wisatawan hanya 500 wisatawan per hari.

Jumlah wisman dari China  ke Indonesia tahun lalu sebanyak 2,07 juta. China. Sayangnya, mereka mulai menunda kunjungan ke Indonesia

Berbagai negara lain juga mengalami hal yang sama. Sebut saja Taiwan yang merasakan menurunnya wisatawan, termasuk turis dari Indonesia. 

Direktur Taiwan Tourism Bureau KL Office, Abe Chou, menyatakan ada kabar perubahan jadwal kunjungan wisatawan akibat Corona. "Jadi  banyak wisatawan dari Indonesia yang mungkin khawatir atau tidak mau melakukan perjalanan lewat pesawat terbang, jadinya pasti ada penurunan. Ada cancel atau reschedule sebanyak 60-70 persen dari laporan agen travel," kata Abe kepada media, Senin (24/2/2020).

Jika tidak ada kasus tertentu, kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan cukup banyak. Sepanjang  2019, sekitar 230 ribu wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan. Jumlah tersebut naik 8 sampai 9 persen dari tahun 2018.

tag: #corona  #kementerian-pariwisata  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement