Oleh Rihad pada hari Selasa, 25 Feb 2020 - 20:28:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Corona Merebak, Kapal Pesiar Internasional Tetap Mampir ke Lombok

tscom_news_photo_1582637293.jpg
Kapal Pesiar (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Di tengah merebaknya virus Corona, paket wisata ke Lombok masih diminati. Hal ini terlihat dari kunjungan kapal pesiar ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat yang tetap ramai.

General Manager Pelindo III Cabang Lembar, Baharuddin, menyebutkan 20 kapal pesiar dengan rata-rata jumlah penumpang 1.500-2.000 orang dijadwalkan berkunjung ke Lombok pada 2020. Mereka belum membatalkan rencana kunjungan tersebut.

"Dari seluruh kapal pesiar yang dijadwalkan berkunjung, belum ada yang membatalkan secara resmi rencana kunjungannya. Memang ada informasi, tapi belum bisa dipastikan," katanya.

Meskipun virus Corona merebak, kunjungan kapal pesiar yang membawa penumpang ribuan orang masih berjalan lancar. Tercatat empat kapal yang datang ke Lombok membawa ribuan turis asing dari berbagai negara pada Januari-Februari 2020.

Meski demikian, turis asing tersebut tetap diperiksa oleh otoritas di pelabuhan untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat.

Pihak yang terlibat dalam proses pemeriksaan, yakni unsur karantina pelabuhan, imigrasi, bea cukai, dan pengelola pelabuhan Lembar.

"Tidak ada proses pemeriksaan yang berlebihan. Masih dalam standar seperti sebelum adanya kasus virus Corona," ujarnya.

Menurut Baharuddin, kunjungan kapal pesiar berdampak terhadap perekonomian masyarakat di Pulau Lombok. Misalnya, dari sisi penyewaan alat transportasi darat untuk mengangkut para penumpang ke berbagai destinasi wisata.

Namun, kata dia, ribuan turis asing tersebut tidak bermalam di Pulau Lombok, karena harus melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia.

Meski di Lombok masih diminati turis, secara keseluruhan kunjungan turis ke Indonesia menurun. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Kamis (2/1/2020) menyatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada November 2019 sebanyak 1,291 juta orang. Angka ini menurun dibandingkan dengan Oktober 2019 yaitu 1,354 juta wisman.

Kunjungan wisatawan di kawasan Pura Agung Besakih menurun drastis. "Ya cukup berdampak, sejak awal Februari, kami rasakan jumlah kunjungan wisatawan terutama wisatawan Cina terus alami penurunan," kata Ketua Manajemen Operasional Pura Agung Besakih, I Wayan Mawit kepada media.

Bulan Februari biasanya jumlah kunjungan wisatawan mencapai 700 wisatawan per hari. Namun di bulan Februari 2020 ini, kunjungan wisatawan hanya 500 wisatawan per hari.

Jumlah wisman dari China ke Indonesia tahun lalu sebanyak 2,07 juta. China. Sayangnya, mereka mulai menunda kunjungan ke Indonesia

Berbagai negara lain juga mengalami hal yang sama. Sebut saja Taiwan yang merasakan menurunnya wisatawan, termasuk turis dari Indonesia.

Direktur Taiwan Tourism Bureau KL Office, Abe Chou, menyatakan ada kabar perubahan jadwal kunjungan wisatawan akibat Corona. "Jadi banyak wisatawan dari Indonesia yang mungkin khawatir atau tidak mau melakukan perjalanan lewat pesawat terbang, jadinya pasti ada penurunan. Ada cancel atau reschedule sebanyak 60-70 persen dari laporan agen travel," kata Abe kepada media, Senin (24/2/2020).

Jika tidak ada kasus tertentu, kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan cukup banyak. Sepanjang 2019, sekitar 230 ribu wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan. Jumlah tersebut naik 8 sampai 9 persen dari tahun 2018.

tag: #corona  #kementerian-pariwisata  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Bisnis

Tanggapi Keluhan Denny Siregar, Telkomsel Pastikan Perlindungan Data Pelanggan Jadi Prioritas

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 07 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Telkomsel tetap memprioritaskan perlindungan data pelanggan sebagai prioritas paling utama anak usaha dari Telkom Indonesia tersebut. "Bagi Telkomsel, perlindungan ...
Bisnis

Perumda Sarana Jaya Gandeng BTN untuk Penuhi Kebutuhan Hunian di Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sarana Jaya menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MOU) untuk ...