Berita
Oleh Rihad pada hari Wednesday, 04 Mar 2020 - 23:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Kisah Tiga Penyidik Yang Digiring Warga ke Kantor Polisi

tscom_news_photo_1583336392.jpg
Ilustrasi orang sedang memotret (Sumber foto : Pixabay)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Tiga orang tampak sedang berada di dalam mobil berplat L, nomor polisi Surabaya. Salah satu diantaranya asyik memotret gedung Balai Desa Desa Sukuwono, Jember, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi pada pada 17 Februari 2020

Mereka tidak sadar, sekumpulan warga memperhatikan tingkah laku ketiganya. Diam-diam warga curiga, jangan-jangan orang di atas kendaraan ini adalah penculik atau penjahat.

Warga yang penasaran langsung mengepung mobil tersebut. Rasa curiga makin kental, karena ketiga orang itu tidak mau memperlihatkan identitas. Mereka juga tidak menjawab pertanyaan apa yang sebenarnya sedang dilakukan?

Untunglah warga tidak main keroyok. Ketiga orang yang tidak dikenal ini akhirnya digiring ke Mapolsek Sumowono. Kepala Desa Sukowono juga ikut dalam rombongan warga yang menggiring 3 orang mencurigakan tersebut.

Sesampai di kantor polisi, ketika orang itu baru membuka identitas mereka. Semua yang hadir kaget, ternyata ketiga orang tadi adalah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang bertugas. Polisi sendiri tidak tahu kalau ternyata ada petugas KPK yang sedang melakukan tugas di wilayah tersebut. Rupanya petugas KPK itu memang tidak minta izin kepada polisi setempat.

Timbul pertanyaan apakah memang anggota KPK boleh mengadakan pengintaian tanpa meminta izin keamanan di wilayah itu?

Jawaban atas pertanyaan tersebut telah dijabarkan oleh Komisioner KPK Nurul Ghufron.

Nurul mengatakan penyidik KPK tersebut sedang melakukan penyelidikan tertutup."Pada saat itu memang menggunakan sistem tertutup. Petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK karena memang silence," ungkap Nurul Ghufron, Rabu (04/03/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam proses penyelidikan terdapat dua cara, penyelidikan tertutup dan terbuka. "Pada saat melaksanakan penyelidikan ada dua model, yaitu model tertutup dan model terbuka," katanya menjelaskan.

Pada saat mengadakan penyelidikan dengan sistem tertutup itu petugas langsung turun ke masyarakat yang menjadi target untuk mengumpulkan bukti dan keterangan. Ia juga menjelaskan bahwa penyidik kondisi penyidik KPK yang melakukan penyelidikan tidak mengalami luka fisik. "Tidak ada pengeroyokan, tim kami tidak ada yang mengalami apa-apa," kata Guhron kepada media.

tag: #kpk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Dengan Dalih Ancaman Terorisme, Polisi Hong Kong Terapkan UU Keamanan Nasional

Oleh Aries Kelana
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Pemerintah Cina dan didukung oleh pihak kepolisian setempat menerapkan Undang-Undang Keamanan Nasional. Pihak keamanan berdalih bahwa ancaman terorisme akan ...
Berita

Amien Rais : Istilah New Normal Itu Sesungguhnya Menyesatkan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menyoroti penggunaan istilah ‘new normal’ di Indonesia yang akan dilaksanakan sebagai langkah awal usai pandemi corona ...