Oleh Givary Apriman pada hari Kamis, 05 Mar 2020 - 22:12:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Kekeuh Ingin Pansus, Demokrat Bandingkan Kasus Century Dengan Jiwasraya

tscom_news_photo_1583421177.jpg
Herman Khaeron (Sumber foto : Givari)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan Demokrat tetap ingin kasus Jiwasraya diselesaikan melalui pansus.

Herman membandingkan kasus Jiwasraya dengan Century yang merugikan negara hingga Rp 6 Triliun. Jiwasraya yang kerugiannya mencapai lebih dari 2 kali lipat seharusnya perlu juga dibentuk pansus.

“Century saja dulu yang kerugiannya mencapai Rp 6 Triliun ramenya luar biasa masa Jiwasraya yang sampai 17 Triliun kita diam bae,” tegas Herman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (05/03/2020).

Anggota Komisi VI DPR RI ini menyebut walau pansus baru dicanangkan oleh dua fraksi yaitu PKS dan Demokrat. Tapi proses pembentukan pansus sudah memenuhi syarat. “Sudah memenuhi syarat, tinggal pimpinan memproses lalu didiskusikan di bamus,” paparnya.

Herman menambahkan walau Demokrat turut ikut dalam panja tapi tetap dengan menggunakan pansus itu jauh lebih baik. “Panja itu hak konstitusional komisi, di sini kami menggali informasi sebanyak banyaknya tapi tetap pansus adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan Jiwasraya,” katanya.

tag: #partai-demokrat  #jiwasraya  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Berita

Penyampaian Aspirasi di Kedubes AS Berlangsung Kondusif, Polisi Bagikan Snack ke Peserta Aksi

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 08 Mar 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Personel Polda Metro Jaya menunjukkan pendekatan humanis saat pelayanan pengamanan aksi unjuk rasa dari Free Palestine Network dengan membagikan snack berupa roti dan air ...
Berita

TB Hasanuddin: Soal Siaga Satu, Panglima TNI dan Kasad Berbeda Mana yang Benar?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti munculnya perbedaan penjelasan di lingkungan TNI terkait isu status siaga 1 yang belakangan ramai ...