Oleh Alfin pada hari Jumat, 06 Mar 2020 - 10:29:18 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR: Jarang OTT, Bukti KPK Berhasil Berantas Korupsi

tscom_news_photo_1583465358.jpg
Anggota komisi III DPR RI fraksi Golkar Supriansa (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota komisi III DPR RI fraksi Golkar Supriansa menyatakan dalam waktu dua bulan terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) maka itu menjadi bukti lembaga antirasuah berhasil mencegah korupsi.

Diketahui KPK terakhir kali melakukan operasi tangkap tangan hampir dua bulan yang lalu, ketika meringkus eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada awal Januari.

"Jangan di ukur keberhasilan KPK dengan banyaknya OTT. Bahkan menurut saya dengan jarangnya OTT itu berarti KPK justru berhasil melakukan pencegahan Korupsi," kata Supriansa saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/3/2020) malam.

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan, di bawah kepemimpinannya KPK akan tetap menggelar OTT dalam menindak praktik korupsi. Dia berdalih penyelidikan di lapangan terus berlanjut dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan OTT.

"Kegiatan itu sedang berjalan, kita tinggal tunggu saatnya tentang keberhasilan rekan-rekan tim yang ada di lapangan, pasti akan kita beri tahu pas ada hasil," katanya di Gedung KPK, kemarin.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga menambahkan, KPK periode 2019-2023 memang berfokus pada upaya pengembalian kerugian negara dalam hal penindakan pelaku korupsi. Meski begitu, kata dia, KPK tetap tidak akan menghapus giat OTT sebagai salah satu cara melaksanakan tugas penindakan di lembaga antirasuah.

"KPK akan tetap melakukan tindakan hukum termasuk upaya tangkap tangan tersebut sebagaimana diatur dalam KUHP maupun undang-undang tindak pidana korupsi," ucapnya.

Mempertegas hal itu, Supriansa mengimbuhkan bahwa tugas pokok KPK tidak hanya penindakan semata, meskipun hal itu yang banyak menjadi perhatian publik. Tetapi pencegahan juga menjadi tugas penting lembaga yang berkantor di Kuningan, Jakarta Selatan ini.

Sehingga, KPK memiliki tugas tidak hanya pada penyelidikan, penyidikan dan penuntutan saja, tetapi yang tidak boleh dilupakan yakni pencegahan. "Karena pencegahan adalah salah satu tugas pokok KPK," tutup pria yang juga anggotaMahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR ini. (Al)

tag: #kpk  #dpr  #komisi-iii  #korupsi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

PSI Minta Jokowi Rombak Para Menteri, Pengamat: Partai Pendukung Mulai Tak Puas

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYA) --Pengamat Ilmu pemerintahan Gde Siriana menilai hal yang wajar adanya permintaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar Presiden Joko Widodo melakukan ...
Berita

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Meningkat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Jumlah kasus positif Covid-19 Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri meningkat. Hingga Senin (25/5) terdapat 872  WNI terkonfirmasi dan 48 orang di antaranya ...