Oleh Rihad pada hari Wednesday, 11 Mar 2020 - 06:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Nasabah Jiwasraya Ingin Dibayar Cepat, Perusahaan Sibuk Jual Aset

tscom_news_photo_1583853437.jpg
Kantor Jiwasraya (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ingin mendapat pembayaran secepatnya. "Lebih cepat lebih bagus karena kami sudah menunggu 1 tahun 6 bulan tidak ada kabar berita," kata salah seorang nasabah PT Asuransi Jiwasraya, Machril dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Nasabah senang mendapat kabar Menteri BUMN Erick Thohir akan membayar nasabah secara bertahap. "Nasabah harus diberikan kepastian pembayaran, apalagi beberapa bulan ke depan memasuki bulan Ramadhan banyak kebutuhan keluarga m," katanya.

Ia mengapresiasi Panja Jiwasraya DPR yang membela nasabah. "Kita tidak ikut masalah politik, kita hanya ingin uang kembali. Soal penjualan aset Jiwasraya bisa merupakan solusi untuk mengatasi gagal bayar walaupun belum tentu mencukupi membayar seluruh klaim nasabah," ujarnya.

Teropong Juga:

Riwayat Panjang Megaskandal Jiwasraya

Sebelumnya (Senin, 9/3) Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan sudah menyiapkan skema dan dana pembayaran untuk Jiwasraya pada bulan Maret 2020, jika telah mendapatkan persetujuan dari Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya DPR.

"Dari sana kami sudah menyiapkan skema juga untuk bisa melakukan pembayaran kepada para nasabah tahap pertama pada bulan Maret ini. Setelah rapat Panja," ujar Erick seperti disebutkan Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga.

Ia mengatakan Kementerian BUMN sekitar akhir Maret bersama Komisi VI dan XI DPR RI kembali menggelar Rapat Panja Jiwasraya.

"Jadi skema dan dananya sudah kami siapkan juga. Tapi yang pasti dana untuk tahap pertama sudah stand by," kata Arya Sinulingga.

Kementerian BUMN juga mengungkapkan sumber dana pembayaran nasabah Jiwasraya tahap pertama akan berasal dari efisiensi perusahaan Jiwasraya tersebut. "Bisnis Jiwasraya masih berjalan semua," ujarnya.

Arya mengatakan dana tersebut berasal dari efisiensi kantor-kantor Jiwasraya yang tidak maksimal bekerja karena tidak lagi operasional. Intinya, sumber dana untuk tahap pertama pembayaran nasabah Jiwasraya mencukupi.

Jual Citos

Salah satu aset yang akan dijual adalah Mal Cilandak Town Square yang ada di Jakarta Selatan.

"Kalau Mal Citos di Jakarta mungkin akan kami jual ke pihak swasta atau pihak lainnya yang berminat," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Senin.

Banyak pihak yang sudah melirik dan berminat untuk membeli mal tersebut. "Kemungkinan nilai aset Citos sendiri saat ini sekitar Rp2 triliun sampai dengan Rp3 triliun," kata Arya

Staf Khusus Kementerian BUMN tersebut menyampaikan bahwa mal Citos tersebut merupakan aset milik Jiwasraya sebagai BUMN, dan penjualannya menunggu persetujuan dari Panja Jiwasraya DPR.

.

tag: #jiwasraya  #menteri-bumn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Bisnis

HIPPI Jakarta Apresiasi Komitmen Menteri BUMN Memberdayakan UMKM

Oleh Windarto
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Terobosan Menteri BUMN yang akan menggandeng pelaku usaha UMKM untuk menggarap berbagai proyek Pemerintah dan swasta dalam negeri patut diapresiasi. "Ini merupakan ...
Bisnis

HIPMI Apresiasi Keputusan Erick Thohir Libatkan Swasta Kecil pada Proyek di bawah Rp 14 Miliar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk melibatkan pihak swasta dalam menggarap proyek dalam negeri di bawah Rp 14 miliar kepada pelaku usaha ...