Oleh Rihad pada hari Kamis, 12 Mar 2020 - 11:57:44 WIB
Bagikan Berita ini :

PON Papua Hadapi Dua Ancaman Serius Sekaligus, Apa Itu?

tscom_news_photo_1583989185.jpg
Persiapan PON Papua (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua menghadapi ancaman tidak ringan. Ada dua isu yang perlu ditangani yakni wabah Corona dan gangguan keamanan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah perhatikan dengan seksama 2 masalah tersebut. "KKB dan corona adalah dua hal yang berlainan jenis, tetapi semuanya mematikan dan cukup mengkhawatirkan," kata Fikri, Kamis (12/3/2020).

Ketua Panitia Kerja PON Komisi X DPR itu mengatakan hambatan dalam pelaksanaan PON XX di Papua yang dijadwalkan Oktober 2020 tidak hanya mencakup infrastruktur atau hal teknis lainnya, tetapi juga isu keamanan.

Selain isu virus corona dan COVID-19 yang sudah dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi global, ancaman gangguan keamanan dari KKB juga terjadi menyusul aksi yang terjadi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. "Kendala teknis pelan-pelan bisa disiasati, tetapi ancaman terbesar justru soal wabah virus corona dan gangguan keamanan," tuturnya.

Fikri tidak berharap PON XX akan dibatalkan. Dia berharap wabah corona di Indonesia segera mereda menyusul aktivitas virus tersebut yang semakin berkurang di negara asalnya, China.

Warga Diancam KKB

Wakil Bupati Mimika, Papua Johannes Rettob menyatakan empat kampung di sekitar Kota Tembagapura kini telah kosong setelah seluruh warganya dievakuasi ke Timika karena diganggu oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Di Waa, Banti, Opitawak dan Kimbeli sudah tidak ada orang lagi. Semua penduduk asli Amungme yang tinggal di sana, termasuk warga yang mendulang di Kali Kabur seluruhnya telah diturunkan ke Timika karena situasi di sana tidak nyaman," kata Johannes, Kamis.

Dia menegaskan tidak ada penampungan khusus bagi warga yang dievakuasi dari Distrik Tembagapura itu. Setiba di Timika, ribuan warga itu langsung diantar ke rumah kerabat mereka di beberapa titik di Kota Timika seperti Kwamki Lama, SP12, SP13, SP9, SP2, SP3, Irigasi dan sebagian lagi tersebar di Kota Timika.

Dinas Sosial Mimika mencatat jumlah warga Distrik Tembagapura yang dievakuasi ke Timika seluruhnya mencapai 1.662 orang, sebagian besar merupakan ibu-ibu dan anak-anak.

tag: #corona  #papua  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

PSI Minta Jokowi Rombak Para Menteri, Pengamat: Partai Pendukung Mulai Tak Puas

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYA) --Pengamat Ilmu pemerintahan Gde Siriana menilai hal yang wajar adanya permintaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar Presiden Joko Widodo melakukan ...
Berita

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Meningkat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Jumlah kasus positif Covid-19 Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri meningkat. Hingga Senin (25/5) terdapat 872  WNI terkonfirmasi dan 48 orang di antaranya ...