Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun, Indonesia Bagaimana?

Oleh Aries Kelana pada hari Kamis, 19 Mar 2020 - 21:16:34 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1584627394.jpg

SPBU Pertamina (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Melonjaknya kasus COVID-19 di dunia membawa dampak pada harga minyak dunia. Harga minyak dunia ikut melorot hingga menembus angka psikologis: di bawah US$30 per barel. Padahal dua minggu sebelumnya masih bertengger di atas angka US$45 per barel.

Di Malaysia, harga bahan bakar minyak (BBM) ikut turun. Harga BBM di Malaysia untuk jenis oktan 95 mengalami penurunan menjadi US$0,42 per liter sejak 16 Maret lampau. Padahal, pada 17 Februari 2020 atau sebulan lalu harganya masih US$0,50 per liter.

Menurut pernyataan Menteri Keuangan, pemerintah menurunkan harga minyak sebagai upaya menstabilkan situasi dengan menurunkan harga bensin dan solar.

Bagaimana dengan Indonesia? Pemerintah belum mengeluarkan statement perihal ini. Pemerintah masih sibuk mengurusi pasien-pasien COVID-19 yang terus bertambah secara signifikan. Begitu pula yang meninggal dunia.

PT Pertamina, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pertambangan memilih menunggu kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). "Pertamina selaku operator akan menyesuaikan dengan peraturan pemerintah," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman.

Begitu pula operator stasiun pengisian bahan bakar umum lain. Total, perusahaan minyak asal Prancis dan memiliki sejumlah SPBU juga masih wait and see.

Meski kasus COVID berdampak pada rencana bisnis perusahaan Total memilih untuk berfokus pada segmen bisnis hilir BBM yang telah dimiliki.

Marketing Manager Total Oil Indonesia Magda Naibaho mengatakan pihaknya masih memantau kondisi yang ada saat ini. "Kami masih pelajari saat ini. Belum ada gambaran (besar penyesuaian harga)," ucap Magda.

tag: #bbm  #corona  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement