Berita

Dikenal Sebagai Aktivis Penanganan Corona, Mantan Rektor Unhas Dinyatakan Positif

Oleh Rihad pada hari Thursday, 26 Mar 2020 - 11:00:00 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1585194154.jpg

Prof Dr dr Idrus Paturusi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN-Mantan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr dr Idrus Paturusi dinyatakan positif COVID-19. Ia dinyatakan positif setelah diperiksa Rabu (25/3)  di laboratorium Unhas. Idrus yang merupakan Rektor Unhas periode 2006-2010 dan 2010-2014 tersebut kini berada di ruang isolasi RS Unhas

"Beliau dikenal aktif membantu menangani wabah COVID-19. Saat ini beliau adalah motor penggerak Tim Satgas COVID-19 Unhas," kata Rektor Unhas, Dwia aries Tina Pulubuhu, di Makassar, Rabu (25/3).

Sementara itu, juru bicara gugus tugas COVID-19 Sulsel dr Ichsan Mustari dalam konferensi videonya mengatakan saat ini total 13 orang warga Sulsel yang positif terjangkit virus corona. Para pasien tersebut kini dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Siloam dan RS Unhas.

Dua pasien di pengumuman pertama masing-masing dengan nomor identitas covid 285 dan covid 286. Pasien covid 285 jenis kelamin perempuan yang telah meninggal dunia, 15 Maret lalu sebelum keluar hasil pemeriksaan yang menyatakan positif. Sementara covid 286 saat ini dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Pengumuman kedua di kesempatan berbeda, dua lagi warga Sulsel dinyatakan positif masing-masing nomor identitas covid 309 yang kini dirumahkan karena kondisinya membaik. Sementara itu covid 557 yang sementara dirawat di RS Makassar Kota Parepare.

Jumlah ODP hingga Rabu sore, kata dr Ichsan, sebanyak 155 orang. Bertambah dua orang dari posisi Selasa kemarin sebanyak 153 orang.

Penambahan angka ODP ini, kata Ichsan, adalah bagian dari kerja tracing tim di lapangan. Selanjutnya, jumlah PDP sebanyak 64 orang yang masing-masing 7 pasien telah sehat dan pulang. Sisanya, 57 pasien masih dalam pengawasan. 

Semangat Idrus

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengatakan  Prof. Idrus dikenal aktif dalam merespon setiap peristiwa kemanusiaan, termasuk membantu menangani wabah COVID-19.

“Beliau merupakan motor penggerak Tim Satgas COVID-19 Unhas, yang intensif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar RSPTN Unhas bisa turut serta dalam pemeriksaan virus,” kata Prof. Dwia.

Selain itu, Prof. Idrus juga aktif menggalang dan mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam gerakan mengatasi pandemi COVID-19, termasuk dengan Kodam XIV Hasanuddin, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak swasta.

“Kemarin beliau masih kontak saya, menyampaikan bahwa beliau saja mengecek kesiapan Lab BSL-3 Rumah Sakit Unhas yang dipersiapkan untuk mendeteksi virus. Beliau menyampaikan apa-apa saja yang masih kurang di lab tersebut,” kata Prof. Dwia.

Menurut Prof. Dwia, sikap Prof. Idrus yang secara terbuka mengumumkan bahwa dirinya positif virus COVID-19 tentunya dilandasi oleh kesadaran beliau bagaimana seharusnya wabah ini diatasi. “Prof. Idrus ingin agar orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir ini segera mawas diri, melakukan isolasi mandiri, atau memeriksakan diri jika mengalami gejala klinis,” kata Prof. Dwia.

Peristiwa ini merupakan peringatan bagi siapa saja, bahwa kita semua berpotensi untuk terpapar virus COVID-19. Keterbukaan seperti yang ditunjukkan Prof. Idrus adalah langkah pencegahan aktif. Ini akan memicu kesadaran bersama untuk selalu berhati-hati.

tag: #corona  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement