Oleh Rihad pada hari Selasa, 31 Mar 2020 - 20:07:06 WIB
Bagikan Berita ini :

Investor Mulai Masuk, Tapi Masih Tercatat Modal Keluar Bersih Rp 145,1 triliun

tscom_news_photo_1585660026.jpg
Gubernur BI Perry Warjiyo, (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Para investor banyak menarik dana dari Indonesia sejak wabah Corona merebak. Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran dana asing yang keluar dari Indonesia alias capital outflow mencapai Rp 167,9 triliun pada periode 20 Januari 2020 - 30 Maret 2020. “Tapi sejak awal Januari hingga 19 Januari 2020, arus modal asing juga mulai masuk ke Indonesia,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (31/3).

BI mencatat secara akumulasi dari awal tahun hingga 30 Maret, terjadi capital net outflow sebesar Rp 145,1 triliun. Ini terdiri dari SBN yang mencapai Rp 131,1 triliun dan dari saham Rp 9,9 triliun. Perry menyatakan secara global cenderung melepas investasi portofolio mereka di berbagai negara, termasuk juga di Indonesia. Aliran modal asing yang keluar dari Indonesia melonjak tajam. Namun, kondisinya mulai menunjukkan perbaikan dalam sepekan terakhir ini. “Outflow aliran modal asing dalam sepekan terakhir ini mulai mereda, bahkan sudah mulai terjadi aliran masuk modal asing atau inflow,” ujarnya.

Kondisi ini menurut Perry tidak terlepas dari berbagai langkah stimulus fiskal yang dilakukan di berbagai negara, dan juga langkah stabilisasi yang dilakukan oleh bank sentral, termasuk Bank Indonesia, sehingga membuat kepanikan sedikit mereda, meskipun ketidakpastian masih tinggi. “Bekaitan dengan aliran modal portofolio, memang outflow seminggu terakhir ini mereda, bahkan sekarang juga sudah mulai ada inflow,” katanya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir ini juga bergerak dalam kisaran Rp 16.350. Perry menegaskan, Bank Indonesia juga akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar. Untuk itu, Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas stabilisasi di pasar DNDF (Domestic Non Deliverable Forward), pasar spot, dan juga pembelian SBN (Surat Berharga Negara) dari pasar sekunder.

“ BI telah membeli SBN total Rp 172,5 triliun, di antaranya Rp 166,2 triliun adalah pembelian SBN dari pasar sekunder yang memang dilepas oleh investor asing. Itu yang kami lakukan. Kami terus berada di pasar menjaga stabilitas nilai tukar melalui triple intervention di pasar DNDF (Domestic Non Deliverable Forward), pasar spot, dan pembelian SBN dari pasar sekunder,” kata Perry.


tag: #bank-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...