Oleh Aries Kelana pada hari Rabu, 01 Apr 2020 - 13:04:16 WIB
Bagikan Berita ini :

Mengejutkan, Belum Satu Pun Orang Tionghoa Di Prato, Italia, Kena COVID

tscom_news_photo_1585721056.jpg
Wabah COvid di Italia (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Ini mungkin tidak masuk akal. Sampai kini Italia menjadi negara nomor dua di dunia di bawah Amerika Serikat (AS) yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak dan jumlah kematian yang banyak pula.

Per 31/3/2020, ada 105.792 kasus dengan yang meninggal dunia berjumlah 12.428 orang. Daerah di Italia yang diklaim terbanyak ada di Lombardy. Namun tahukah, kalau ada suatu kota di Italia yang belum tersentuh oleh COVID-19.

Daerah itu adalah Prato. Kota itu terletak ...kilometer dari Roma, ibukota Italia. Mengapa bisa begitu? Karena seperempat dari penduduk Prato dihuni oleh warga keturunan Cina. Mereka ternyata lebih tahu bagaimana mencegah penyebaran COVID-19.

Seperti dilansir situs reuters.com (1/4/2020), Tuscan, rumah bagi komunitas tunggal China terbesar di Italia, belum satu pun yang terkonfirmasi kena penyakit mematikan.

“Mereka melakukan jauh lebih baik daripada kita, ”kata Renzo Berti, pejabat tinggi kesehatan negara untuk daerah itu, termasuk Florence.

Berti memuji mereka yang berhasil menurunkan tingkat infeksi seluruh kota menjadi hampir setengah dari rata-rata Italia - 62 kasus per 100.000 penduduk dibandingkan 115 untuk negara tersebut.

Komunitas Cina Prato, yang awalnya dibangun di sekitar industri tekstil, dikunci sejak akhir Januari, tiga minggu sebelum infeksi pertama yang dicatat Italia.

Ketika wabah menjangkiti Cina, awal Januari silam, banyak yang kembali dari liburan tahun baru di Cina.

Mereka tahu apa yang akan terjadi dan memutuskan untuk tetap di rumah.

Jadi ketika orang-orang Italia pergi ke lereng ski dan berdesakan di kafe-kafe dan bar-bar seperti biasa, penduduk Cina di Prato justru telah menghilang di kota itu. Meskipun jalanannya masih dihiasi dengan dekorasi Tahun Baru Cina, semi-sepi, toko-toko tutup.

Mereka tetap di dalam rumah, meskipun ada prasangka negatif terhadap orang Cina di Italia. Mereka diuding sebagai kambing hitam penularan virus. Namun akhirnya penduduk Italia mendapatkan pelajaran dari warga Cina di Prato itu.

tag: #corona  #italia  #cina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Ombudsman Turun Tangan Atas Pemecatan 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 26 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Lembaga pengawasan Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan menyelidiki pemecatan terhadap 109 tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir oleh bupati setempat pada 21 ...
Berita

Anies Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19 di DKI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan arus warga  ke luar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan ...