Oleh Aries Kelana pada hari Kamis, 02 Apr 2020 - 17:10:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Otak Di Balik Penabrakan WTC Dibebaskan Dari Hukuman Mati

tscom_news_photo_1585822255.jpg
Peristiwa WTC 2002 di New York (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Masih ingat peristiwa penabrakan Gedung World Trade Center (WTC) Kembar di New York 2001? Salah satu dari mereka adalah Mohammad Atta. Atta mendapatkan imbalan US$100.000 untuk melakukan aksi bunuh dirinya yang menggemparkan dunia itu.

Namun siapa penyandang dananya? Ia adalah Ahmed Omar Saeed Sheikh, yang dituduh sebagai otak serangan 11 September 2001. Ternyata pelaku terorisme itujuga divonis terlihat dalam aksi penculikan dan pembunuhan wartawan Wall Street Journal pada tahun ini itu yang bernama Daniel Pearl.

Pearl terbunuh ketika sedang melakukan investigasi militan Islam yang berada di Karachi usai peristiwa di WTC tersebut.

Pada persidangan yang berlangsung 2002, pengadilan tinggi Pakistan menjatuhkan hukuman mati kepada Seikh. Namun, ironisnya, setelah menjalani penjara selama 18 tahun itu, pengadilan Karachi mengubahnya dengan hukuman 7 tahun.

"Tuduhan pembunuhan tidak terbukti, jadi dia telah memberikan tujuh tahun untuk penculikan itu,"

Khawaja Naveed, kata anggota tim pengacara Seikh, pada Kamis (2/4/2020). Surat pembebasannya akan keluar dalam beberapa hari ini.

Sebenarnya ada tiga tersangka lain yang dijatuhi hukuman penjara. Tetapi pengadilan memutuskan tidak ada bukti mereka terlibat, sehingga dibebaskan.

Khalid Sheikh Mohammad, yang juga dituduh sebagai otak serangan 11 September, juga dituduh terlibat dalam pembunuhan Pearl. Dia dikabarkan akan juga akan dibebaskan. "Jika perintah pengandilan itu keluar, kami mungkin akan mengajukan banding," Faiz Shah, jaksa penuntut umum.

Dia ditangkap di India pada 1990-an karena keterlibatannya dalam penculikan turis barat pada 1994 untuk mendukung separatis Muslim yang memerangi pasukan keamanan India di wilayah Kashmir yang disengketakan.

tag: #amerika-serikat  #terorisme  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Anies Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19 di DKI

Oleh Rihad
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan arus warga  ke luar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan ...
Berita

Tradisi Balon Udara Berbahaya Bagi Penerbangan, Pelanggarnya Bisa Didenda Rp 500 Juta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tradisi menerbangkan balon udara sangat berbahaya. Jika sampai terbang tak terkendali, balon udara bisa membahayakan penerbangan. Bayangkan, sebuah balon udara berukuran ...