Berita
Oleh Rihad pada hari Wednesday, 08 Apr 2020 - 09:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Berkendara di Tengah Wabah Corona: Sedan 2 Orang, Minibus 3 Orang, Motor Tak Boleh Boncengan

tscom_news_photo_1586313209.jpg
Kendaraan di Jakarta (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pemerintah memberlakukan kebijakan ketat untuk masyarakat berkendara termasuk untuk mudik.

Salah satunya, mengimplementasikan jaga jarak fisik dengan mengurangi kapasitas penumpang, baik kendaraan umum maupun pribadi.

Nantinya mobil sedan hanya diperbolehkan diisi dua orang, sementara minibus seperti Avanza yang bisa diisi tujuh orang hanya diperbolehkan mengangkut 3 orang. Demikian disampaikan Kabagops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin kepada media.

Untuk roda dua, Korps Lalu Lintas (Korlantas) mengimbau kepada pengendara motor agar tidak mengangkut penumpang alias berboncengan. "Hanya imbauan saja. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dalam rangka Operasi Simpatik 2020," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen. Pol. Drs. Istiono, Selasa (7/4). Namun, Istiono memastikan tidak ada sanksi hukum seperti tilang jika pemotor tidak mematuhi imbauan tersebut.

Grab dan Ojek Cari Solusi

Dua aplikator ojek online di Indonesia, Gojek dan Grab masih belum menentukan cara bagaimana para mitra pengemudi ojek online mereka bisa mematuhi aturan PSBB.

Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno menyatakan pihaknya tengah menindaklanjuti pedoman yang dikeluarkan Menkes sembari berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait.

Sementara Nila Marita, selaku Chief of Corporate Affairs Gojek, mengatakan pada prinsipnya Gojek selalu berupaya untuk mematuhi regulasi-regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak COVID-19. Namun, terkait aturan PSBB ini belum ada keputusan yang diambil oleh Gojek karena masih dalam kajian.

"Saat ini kami sedang mengkaji dan berdiskusi lebih lanjut bersama dengan pemerintah terkait implementasi peraturan ini," ujar Nila.

Mengacu pada pada Permenkes PSBB, pasal 13 ayat 10 menegaskan bahwa transportasi umum dan pribadi tetap berjalan. Hanya saja, diberlakukan jumlah penumpang, sedangkan transportasi barang dibatasi hanya untuk barang-barang kebutuhan dasar, termasuk ojol dilarang angkut penumpang.


tag: #corona  #psbb  #dki-jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

COVID 19 di DKI: Kasus Sembuh 26 Persen, Kematian Hanya 7 Persen

Oleh Rihad
pada hari Friday, 29 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Berdasarkan data dari Pemprov DKI untuk kasus positif COVID-19 hingga Jumat (29/5) adalah 7.053 orang (hari sebelumnya 6.929 orang), sedangkan pasien sembuh sebanyak 1.807 ...
Berita

Abu Janda Akhirnya di Polisikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Permadi Arya alias Abu Janda diperiksa Bareskrim Mabes Polri sebagai saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial. Hal itu dikatakan Kabag Penum Polri ...