Oleh Aries Kelana pada hari Kamis, 09 Apr 2020 - 18:27:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Jasa Layanan Antar Makanan Daring Meningkat, Pengemudi Lain Minta Diberikan Fasilitas Yang Sama

tscom_news_photo_1586431647.jpeg
Pengemudi ojek online mengantar makanan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Wabah COVID-19 yang terus bertambah jumlahnya telah membuat orang ketakutan keluar rumah. Di samping ada larangan untuk keluar rumah, mereka tak berani karena kawatir tertular dari orang lain.

Maka untuk memesan makanan, mereka kini mengandalkan antaran dari jasa perusahaan transportasi online seperti Grab. Tingginya permintaan pengantaran makanan, membuat para pengemudi transportasi online seperti pengemudi Grab, harus mengantre pula mendapatkan pesanan yang diinginkan.

Memang sejak ada wabah COVID telah terjadi peningkatan pemesanan makanan sebesar 20%.

Tingginya permintaan layanan jasa antar makanan telah membuat pengemudi angkutan lain - seperti pengemudi taksi, dan ngin diperlakukan sama dengan pengemudi daring dengan motor. Pengemudi taksi daring pun kini meminta pemerintah atau perusahaan transportasi online agar membolehkan mereka untuk mengantarkan makanan juga.

Bahkan banyak pengemudi yang melamar ke Grab untuk menerima layanan pengantaran makanan. Akibatnya, banyak antrean calon pengantar makanan daring yang pergi ke kantor Grab. Inilah yang kemudian menimbulkan antrean panjang yang berpotensi terjadi penularan virus Corona, penyebab COVID-19. Posisi mereka agak rapat dan tidak berjarak.

Ini yang mendorong pihak Grab menutup salah satu kantornya. "Tolong jangan pergi ke Grab Driver Center hari ini untuk mencegah kepadatan," kata pernyataan dari kantor Grab, seperti dikutip thehannelnewsasia.com (9/4/2020).

Lonjakan layanan antar makanan lewat transportasi online tidak cuma terjadi di Singapura. Di Indonesia pun begitu. Sekitar 20-25% pesan makanan dilakukan lewat daring. Seperti Gojek dan Grabfood. Tak cuma makanan, melainkan juga antar obat, barang atau dokumen.

Chief Public Policy and Government RelationsGojekGroupShintoNugroho enggan memerinci peningkatan permintaan layanan GoFood

Demikian halnya kata Head of Public AffairsGrab Tri SukmaAnreianno mencatat permintaan layanan GrabFood dan GrabHealth meningkat sejak munculnya pandemi COVID-19 di Indonesia. Begitu pun permintaan layanan belanja bahan makanan GrabFresh meningkat drastis. Hanya layanan transportasi Grabbike dan Grabcar yang menurun

tag: #grab  #gojek  #transportasi-online  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Bisnis

Harga Emas Hari Ini, Sabtu 17 April 2021, Melonjak Lagi!

Oleh Ariful Hakim
pada hari Sabtu, 17 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Sabtu (17/4/21), terpantau menguat dibandingkan dengan harga kemarin. Berdasarkan informasi pada laman ...
Bisnis

BI Umumkan Utang Indonesia Naik Lagi, Anggota DPR: Over Borrowing

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia sebesar 422,6 miliar dolar AS atau tumbuh 4 persen (yoy) pada Februari 2021, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ...