Oleh Jihan Nadia pada hari Rabu, 15 Apr 2020 - 23:56:52 WIB
Bagikan Berita ini :

Rencana Penyetopan KRL Jabodetabek, Luhut : Tak Semudah Membalikkan Tangan

tscom_news_photo_1586969812.jpg
Luhut Binsar Pandjaitan Menko Maritim dan Investasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara terkait permintaan beberapa kepala daerah untuk menyetop operasional kereta comuter line selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurutnya hal tersebut tentu tidak mudah untuk diberlakukan,

"Kalau soal mau menutup KRL kita lihat kan tak semudah membalikkan tangan semua," kata Luhut, dalam video conference bersama wartawan, Selasa (14/4/2020).


Bahkan dalam diskusinya dengan Gubernur DKI Jakarta, dia memaparkan bahwa masih banyak orang yang berkepentingan untuk ke Jakarta. Salah satunya dengan naik comuter line.

"Kalau tadi pak Gubernur DKI pak Anies bicara sama saya, jadi kami koordinasikan baik-baik saja. Mengenai KRL ini saya bilang Pak Anies, tolong juga dilihat masih banyak orang yang ke Jakarta. Karena kalau orang nggak bisa traveling padahal yang penting, kan ndak bagus juga," kata Luhut.

tag: #luhut-binsar-pandjaitan  #kereta-komuter  #jabodetabek  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

PKS: Pemerintah Harus Cermat dalam Mengelola Komponen Cadangan Pertahanan

Oleh Bachtiar
pada hari Jumat, 22 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 2021 tentang pelaksanaan UU RI No. 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan ...
Berita

Perpres No. 7 Tahun 2021 Berpotensi Melanggar HAM

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Hidayat Nur Wahid menegaskan, Bangsa Indonesia menolak ekstremisme dan ...