Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 20 Apr 2020 - 22:21:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Habib Rizieq Serukan Tetap Laksanakan Salat Jumat Berjamaah di Masjid

tscom_news_photo_1587396073.jpg
Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab (Sumber foto : Ilustrasi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab atau yang kerap dipanggil Habib Rizieq menginstruksi Umat Islam khusunya di Indonesia agar tetap melaksanan salat jumat.

Habib Rizieq mengatakan jika umat Islam tetap bisa menggelar salat Jumat berjamaah asalkan dengan ketentuan tertentu sesuai "physical distancing" di masjid.

Selain itu, ia juga mengungkapkan 10 syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah.

Himbauan ini didapat dari Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar melalui porster, Habib Rizieq mempertanyakan jika aktivitas kerja masih bisa dilakukan, kenapa masjid ditutup?

Selain itu, Rizieq juga menyebut di zona hijau yang belum ada kasus penyakit Covid-19 tetap wajib mendirikan salat Jumat di masjid.

Sedangkan untuk di wilayah zona merah, bisa dilakukan salat di rumah sesuai fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah.

Meski begitu, menurut Habib Rizieq bagi mereka yang ada di zona merah dan bersikeras untuk melakukan salat Jumat masjid dengan alasan kuat dan meyakinkan sebaiknya jangan dilarang.

Yang terpenting mereka tetap menerapkan jaga jarak sesuai anjuran pemerintah.

Lantas apa saja 10 syarat yang disampaikan Rizieq terkait salat Jumat berjamaah di masa pandemi Covid-19 ini?

1. Membuka semua pintu masjid/musholla/majelis yang ada di sekitar masyarakat untuk salat Jumat agar jemaah terpecah dan tidak terkonsentrasi di satu tempat saja.

2. Jemaahnya hanya boleh orang dewasa, warga sekitar, dan sehat saja. Warga luar lingkungan, orang sakit, anak-anak atau yang bersuhu badan di atas 37 derajat celcius jangan diizinkan, masjid harus menyediakan alat ukur suhu tubuh.

3. Jumlah jemaah harus dibatasi minimal 40 orang yang memenuhi syarat Jumat, batas maksimal tergantung batas aman maksimum kapasitas masjid. Waktunya harus dibatasi, terlambat tidak boleh masuk dan jika sudah selesai segera pulang dengan tertib dan teratur.

4. Sediakan bilik disinfektan di depan gerbang masjid agar setiap jamaah yang masuk disterilkan dengan menggunakan bahan yang suci dan aman untuk tubuh manusia.

5. Sediakan sabun dan hand sanitizer dari bahan suci dan aman untuk jamaah.

6. Gulung semua karpet masjid agar tidak gunakan, bersihkan seluruh lantai dan dinding serta tiang masjid, juga WC dan tempat wudhu dan lainnya sebelum dan sesudah jumatan.

7. Jemaah harus wudhu di rumah masing-masing dan memakai masker, membawa sejadah sendiri, membuat shaf salat berjarak sesuai aturan medis, tiadakan salam-salaman antar jemaah, usai salat Jumat, dzikir, doa singkat langsung bubar dengan tertib.

8. Jangan lupa keluar/masuk rumah dan masjid harus berdoa seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, perbanyak istighfar dan selawat serta bersedekah, lalu berlindung dan tawakal kepada Allah SWT.

9. Minta bantuan TNI-Polri serta ormas Islam untuk menjaga masjid dan menertibkan jemaah selama salat Jumat.

10. Semua langkah di atas dikoordinasikan dan dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Lebih lanjut, Rizieq menegaskan jika pihak masjid dan jemaah tak bisa melaksanakan 10 langkah itu maka jangan nekat untuk menggelar salat Jumat berjamaah.

tag: #fpi  #habib-rizieq  #mui  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement