Oleh Givary Apriman pada hari Jumat, 01 Mei 2020 - 19:10:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Nasdem Desak Pelatihan Daring Kartu Pra Kerja Harus Segera Dihentikan

tscom_news_photo_1588334687.jpg
Ahmad M Ali (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad M Ali mengatakan pelatihan daring kartu pra kerja harus segera dihentikan.

Pasalnya, selain telah mendapatkan banyak gugatan dari publik, pelatihan daring kartu pra kerja tersebut juga berpotensi terjadinya penyelewengan.

“Oleh karena itu DPP Partai NasDem mendesak agar fasilitas pelatihan daring dari delapan penyedia layanan tersebut dihentikan,” kata Ali dalam keteranganya, Jumat (01/05/2020).

Ali mengungkapkan pelaksanaan program kartu pra kerja untuk pelatihan kartu pra kerja dengan dana Rp 5,6 Triliun tersebut terlalu besar dan telah menciptakan kegaduhan di publik.

Selain menyebabkan kegaduhan, yang perlu menjadi perhatian adalah program pelatihan yang diberikan oleh kartu tersebut selama masa pandemi COVID-19.

“Ada yang dipandang tidak pas dan tidak patut dalam implementasinya. Dana Rp5,6 triliun rupiah dipandang terlalu besar untuk program pelatihan daring yang ditawarkan bagi 5,6 juta peserta,” ungkapnya.

Ketua Fraksi Nasdem DPR itu menegaskan kalau ditengah pandemi Corona lebih baik pemerinrah fokus kepada bantuan langsung kepada masyarakat.

Selain itu bila dana tersebut dialihkan ke bantuan langsung dapat menambah jumlah target penerima bantuan, dari 5,6 juta menjadi 8 juta penerima bantuan.

“Walhasil, sebuah program yang baik dengan tujuan yang baik pula malah menjadi kesia-siaan. Program ini bahkan dipandang hanya akan menjadi ajang bancakan sejumlah pihak penyedia layanan (provider). Ini artinya ada problem agensi dalam proses pelaksanaan program Kartu Prakerja ini,” tegasnya.

Meski begitu, Politisi asal Sulawesi Tengah tersebut menilai program kartu pra kerja harus didukung untuk menjamin kehidupan masyarakat ditengah merebaknya wabah virus Corona.

“Keberadaannya telah menjadi salah satu bentuk tanggung jawab negara terhadap terjaminnya hak hidup warganya di masa pandemi," pungkasnya.

tag: #partai-nasdem  #dpr  #kartu-pra-kerja  #corona  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Teropong Public Relation Award 2020
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Wisatawan ke Yogya Harus Bawa Keterangan Sehat

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 25 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Wisatawan yang akan berkunjung Kota Yogyakarta harus membawa keterangan sehat. “Silahkan berkunjung ke Yogyakarta, tetapi pastikan bahwa anda dalam kondisi yang sehat. ...
Berita

Akademisi UBK Ini Sebut UU Cipta Kerja Menjebol UUD 1945

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Akademisi Hukum dari Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Syahputra menilai, tujuan UU Cipta Kerja yang disahkan 5 Oktober lalu, niatnya baik. Menurutnya, jika ...