Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 18 Mei 2020 - 21:33:09 WIB
Bagikan Berita ini :

BRI Kantongi Global Bond Berbunga Rendah, DPR: Sri Mulyani Tak Bisa?

tscom_news_photo_1589812389.jpg
Heri Gunawan Politikus Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Jumat (15/5) lalu mengumumkan komitmen pinjaman luar negeri yang diperoleh sebesar USD1 miliar atau Rp 14,93 triliun (kurs Rp14.932 per dolar AS).

Pinjaman luar negeri dari 13 bank asing itu dilakukan BRI untuk menambah likuiditas perusahaan dalam rangka melakukan restrukturisasi kepada nasabah yang terdampak Covid-19.

Menariknya, global bond yang diterbitkan BRI berbunga murah dengan rata-rata cuma di bawah 2%. Dibilang murah karena selisihnya cukup besar bila disandingkan dengan global bond yang diterbitkan Menteri Keuangan Sri Mulyani awal April 2020.

Ada 3 jenis surat utang yang sudah diterbitkan pemerintah. Pertama, Surat Berharga Negara (SBN) Seri RI1030 dengan tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar 1,65 miliar dolar AS dengan yield global/kupon sebesar 3,9 persen.

Kedua, Seri RI1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050. Nominal yang diterbitkan juga 1,65 miliar dolar AS dengan yield/kupon 4,25 persen. Ketiga, Seri RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar 1 miliar dolar AS dengan tingkat yield/kupon 4,5 persen.

SBN yang ketiga adalah seri baru yang belum pernah diterbitkan sebelumnya Seri RI0470. Jatuh tempo atau tenornya 50 tahun yaitu 15 April tahun 2070 sebesar USD1 miliar dengan tingkat yield 4,5%.

Anggota Komisi XI Heri Gunawan mengatakan, kalau BRI saja bisa dapat kupon 2% untuk USD kenapa negara tidak bisa? Global bond yang dijual Menkeu pada awal April lalu yields rate 4,5% untuk tenor 50 tahun. Itu kan lumayan juga dengan selisih bunga 2,5%.

"Kenapa BRI bisa tapi Menkeu terbaik sedunia kita tidak bisa?" tanya Heri Gunawan dalam pesan singkatnya, Senin (18/5/2020).

Politikus Gerindra ini pun menilai bila melihat besaran yield/kupon yang diberikan, yakni 3,9 persen, 4,25 persen dan 4,5 persen, sejatinya Indonesia sudah masuk dalam perangkap manager fund global.

tag: #partai-gerindra  #sri-mulyani  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Bisnis

India Kembali Impor Kelapa Sawit Dari Malaysia

Oleh Aries Kelana
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Setelah sempat terjadi ketegangan dalam perdagangannya dengan Malaysia selama 4 bulan, India kembali membeli kelapa sawit dari Malaysia. India bersedia membeli ...
Bisnis

HIPPI Jakarta Apresiasi Komitmen Menteri BUMN Memberdayakan UMKM

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Terobosan Menteri BUMN yang akan menggandeng pelaku usaha UMKM untuk menggarap berbagai proyek Pemerintah dan swasta dalam negeri patut diapresiasi. "Ini merupakan ...