Berita
Oleh Rihad pada hari Friday, 22 Mei 2020 - 23:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Beginilah Suasana Normal Baru di Selandia Baru?

tscom_news_photo_1590160889.jpg
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Setelah kasus virus Covid 19 melandai di Selandia Baru, negara tersebut telah melonggarkan pembatasan sosial dan masuk era Normal Baru. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan sudah rindu dengan keluarganya lantaran lama tidak bertemu karena harus mematuhi lockdown.

"Saya sangat ingin memeluk adik saya. Saya belum bertemu lagi dengannya selama beberapa bulan karena saya tidak berada di rumah," kata Ardern.

Saat ini, aarga sudah menjalani aktivitas, usai pemerintah mengakhiri lockdown yang dilakukan selama tujuh pekan untuk menahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Seperti dilansir AFP, Jumat (22/5), suasana kehidupan memang benar-benar berbeda. Selandia Baru saat ini berada dalam status siaga dua. Jalan-jalan di pusat kota Wellington yang sempat sepi saat ini kembali macet. "Orang-orang ingin kembali hidup seperti biasa dan Siaga Dua membolehkan masyarakat kembali berkegiatan," kata seorang penjual masker, Mike Leigh.

Dia menjajakan masker tersebut di sebuah lapak di luar stasiun Wellington seharga NZ$15 (sekitar Rp133 ribu) per lembar.

Pengelola commuter menempelkan gambar tempel di kursi yang boleh dipakai penumpang. Sang penumpang duduk di bangku dengan gambar tempel warna hijau. Sedangkan gambar tempel berwarna merah artinya tak boleh dipakai.

Jumlah penumpang yang berdiri pun dibatasi. Posisinya diatur sedemikian rupa supaya terdapat jarak antara satu dengan lainnya.

Petugas rajin menyemprot disinfektan. Bau cairan disinfektan terasa sangat menyengat di seluruh stasiun kereta commuter.

Selain itu, sejumlah pusat perbelanjaan seperti mal Queensgate dijaga petugas keamanan untuk memastikan tidak ada kerumunan masyarakat di dalam dan luar ruangan ketika berbelanja. Seluruh toko juga memajang papan pengumuman untuk membatasi jumlah pengunjung yang boleh berada di dalam ruangan.

Mereka hanya membolehkan satu pengunjung masuk jika ada seorang pembeli sudah keluar dari toko.

Setiap tempat usaha di Selandia Baru saat ini juga harus mencatat data para pelanggan secara rinci, untuk mempermudah petugas melacak keberadaan mereka jika sewaktu-waktu terjadi wabah.

Pemerintah juga mewajibkan penduduk menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan membawa cairan pembersih tangan ketika bepergian.

"Itu tidak susah. Itu lebih kepada supaya saya tidak lupa apa yang harus saya lakukan setelah melayani pelanggan," kata seorang pangkas rambut di Wellington, Dali Toma.

Sejumlah restoran juga diwajibkan membatasi pengunjung. Mereka harus memberikan jarak di setiap meja pelanggan untuk menghindari penularan. Selain itu, jam operasional restoran dan jumlah karyawan yang bekerja dibatasi.

tag: #corona  #normal-baru  #selandia-baru  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kapasitas Sudah Tak Mencukupi, RS Unair Tak Sanggup Lagi Terima Pasien COVID-19

Oleh Rihad
pada hari Wednesday, 27 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Akibat semakin banyak orang yang terpapar Covid 19, Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya sampai tak mampu  menampung pasien baru. Bahkan rumah sakit tersebut ...
Berita

Satgas Covid-19 DPR Tinjau Protokol New Normal ke Kemenkes

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI meninjau persiapan protokol-protokol yang akan digunakan untuk menghadapi new normal atau tatanan normal baru ke Kantor ...