Bisnis
Oleh Rihad pada hari Saturday, 23 Mei 2020 - 10:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Ganjar: Kalau Bandel, Mall dan Pusat Perbelanjaan Tutup Saja

tscom_news_photo_1590203728.jpg
Ganjar Pranowo (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk menutup mal, supermarket ataupun pasar jika pengelola tidak bisa mengatur m pengunjung. Fakta menunjukan lonjakan kasus positif Covid cukup besar akibat keteledoran di Pasar Kobong Semarang.

"Saya minta yang tidak bisa melakukan pengontrolan ketat pada mereka yang hendak belanja di pasar, mall, supermarket, lebih baik tutup saja. Karena ini kondisinya sudah kritis. Banyak orang datang berbelanja karena sudah terima THR, banyak uang cash jadi ini sangat berbahaya," katanya.

Ganjar mencontohkan, di Kota Semarang terjadi lonjakan kasus secara signifikan akibat masyarakat nekad berkunjung ke pasar, mall maupun supermarket. Salah satu kejadiannya berada di Pasar Kobong.

"Kemarin di Semarang di pasar Kobong ada 26 positif dan ternyata dari Demak. Sehingga OTG nya banyak. Karena ini kondisinya sudah kritis," kata Ganjar.

Selain penutupan mall dan pasar, Ganjar juga meminta agar para pemimpin daerah kompak menginstruksikan warganya untuk menjalankan salat Idul Fitri di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota

Semarang Abdul Hakam mengaku sudah menetapkan klaster baru penularan virus corona di wilayahnya. Salah satunya Klaster Pasar Kobong sehingga pasar harus ditutup sementara

Perwakilan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang, Fravarta Sadman, penutupan Pasar Kobong dilakukan selama enam hari ke depan. "Jumat malam kami dari gugus tugas kita memutuskan untuk pasar ini akan kami tutup sementara mulai Sabtu pagi selama enam hari, karena akan kami sterilkan, akan kami semprot disinfektan beberapa kali nanti. Sehingga ketika mereka masuk lagi nanti insyaallah kondisinya sudah steril," kata Fravarta.

Sebelumnya, hasil rapid test di klaster Baru Pasar Kobong Semarang menunjukkan hasil mengejutkan. Tercatat 26 orang reaktif atau positif berdasarkan rapid test. Sebagian dari mereka yang positif adalah warga atau pengunjung dari Kabupaten Demak.

Saat ini, Pemkot Semarang menetapkan Pasar Kobong atau Pasar Rejomulyo, Kota Semarang sebagai klaster baru Covid-19. L

tag: #corona  #pasar  #ganjar-pranowo  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Sri Mulyani Sebut Indonesia Resesi, Indef : Yang Terpenting Pemerintah Siapkan Antisipasinya

Oleh Givary Apriman
pada hari Rabu, 23 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan bahwa Indonesia akan masuk ke jurang resesi pada akhir September 2020 sebenarnya tidak terlalu penting dan sejumlah indikator data ...
Bisnis

Baru Jadi Nasabah BNI Life 10 Bulan, Ahli Waris Menerima UP Rp1.050.000.000

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT BNI Life Insurance membayarkan uang pertanggungan nasabah meninggal dunia sebesar Satu Miliar Lima Puluh Juta Rupiah. Almarhum Mulyadi telah menjadi nasabah setia BNI ...