Oleh Bachtiar pada hari Kamis, 28 Mei 2020 - 18:47:53 WIB
Bagikan Berita ini :

Legislator PDIP Ini Sebut Restrukturisasi PTPN Setengah Hati

tscom_news_photo_1590666473.jpg
Darmadi Durianto Politikus PDI-P (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menilai, jika keputusan kementerian BUMN melakukan restrukturisasi pada PTPN I-XIV harus nelihat aspek efektifitas dan jangan hanya menitik beratkan efisiensi.

Pasalnya, lanjut dia, jika dicermati secara mendalam upaya restrukturisasi yang dilakukan terhadap PTPN tersebut justru kurang maksimal dan cenderung setengah hati.

"Kalau design strateginya adalah surplus creator (Road Map BUMN) artinya PTPN hanya didesign menciptakan surplus artinya lebih orientasi ke aspek profit jangka pendek. Mestinya design strateginya harusnya Value Creator," tandas Bendahara Megawati Institute itu kepada wartawan, Kamis (28/05/2020).

Yang jelas, kata dia, harus dikaji secara sungguh-sungguh jika ingin menggunakan strategi surplus creator untuk PTPN

"(road map BUMN).

"Artinya jangan orientasinya hanya kepada surplus atau profit saja. Tapi harus menjadi value creator, menciptakan value kepada stakeholder yang ada termasuk bagaimana peranan PTPN dalam mendukung perekonomian nasional dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," tandasnya.

Selain konsep surplus creator, Darmadi juga menyoroti langkah pemangkasan direksi PTPN dalam restrukturisasi tersebut.

Yang menurutnya, upaya pemangkasan tersebut terlihat tidak terkonsep dengan baik dan kurang maksimal.

"Terlihat restrukturisasinya PTPN terkesan retrukturisasi setengah hati," sindir Darmadi.

Justru menurutnya, dengan pemangkasan tiga direksi menjadi satu direksi tanpa dirut, efisiensi yang dihasilkan hanya pengurangan gaji dan fasilitas satu direksi.

"Tapi dengan bertambanya dua sampai tiga Senior Eksekutif Vice Presiden (SEVP) sebagai ganti dari pemangkasan direksi justru akan menambah biaya juga alias sama saja. Jadi saya tidak melihat ada faktor efisiensi dalam sisi penghematan biaya. Mestinya sekalian dipangkas juga Komisarisnya jadi 1 juga. Kan aneh satu direksi diawasi oleh 3-4 Komisaris," sindirnya.

Tak hanya itu, Darmadi juga mempertanyakan pernyataan Dirut Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Abdul Ghani yang menyebutkan adanya perubahan konsep Holding.

"Sekarang apa yang dikatakan Dirut dalam media online itu kurang tepat menyebut PTPN sekarang bergeser dari strategic holding ke operating holding. Justru selama ini PTPN itu operating holding dan sebaiknya digeser menjadi strategic holding," tandasnya.

"Dimana PTPN III nantinya bisnis perkebunannya di spin off saja. Nama Holdingnya nanti dirubah namanya misalnya menjadi Holding Perkebunan Nusantara Indonesia," tegasnya

Jika tujuannya adalah efisiensi, Darmadi menyarankan agar PTPN bisa melakukan perampingan struktur organisasi yang ada.

"Misalnya dibuat clustering berdasarakan wilayah karena lebih mudah di manage, kalau mau efisiensi. Sumatera dijadikan 2 PTPN saja dari jumlah yang ada sebelumnya. Jawa timur jadi 1 PTPN. Kalimantan dan Sulawesi jadi 1. Jateng 1

Jabar 1. Nantinya dari model clustering ini menghasilkan 6 PTPN saja dan itu sangat efisien saya kira, banyak direksi dan komisaris yang bisa dipangkas." kata dia.

Tak hanya itu, Darmadi juga menyarankan jika berbicara efisiensi struktur organisasi di PTPN maka perlu ada ukuran nilai yang jelas misalnya soal efektivitas PTPN ketika hanya diisi satu direksi dengan ketika PTPN diisi lebih dari satu direksi.

"Bagaimana impactnya jika tidak tertangani dengan baik management PTPN nantinya. Saya kira kalau hanya satu direksi bisa-bisa tidak terurus ini PTPN, mengingat lahan yang diurus sangat besar sekali mencapai ratusan ribu Ha setiap PTPN. Jadi harus ada pendalaman atau analisis yang mendalam terhadap cost dan benefit soal efisiensi struktur organisasi atau pemangkasan direksi ini," kata dia.

Menurutnya, skema memangkas struktur direksi yang menjadi satu direksi harus dievaluasi secara ketat.

Sebab, kata dia, posisi satu direksi disetiap PTPN dengan semua keputusan strategis seperti startegic planning, cash management, pengembangan bisnis baru dan pemasaraan dikendalikan pusat membuat direksi hanya menjalankan fungsi operasi produksi,

"Maka sebenarnya restrukturisasi saat ini menjadikan direksi secara realitas hanya sebagai kepala cabang atau branch manager. Kalau dicermati restrukturisssi saat ini tidak menaikkan efisiensi dan lebih kearah menciptakan sensasi," sindirnya.

Yang jelas, kata dia lagi, harus dihitung impact dibalik dipangkasnya dua direksi dengan akibat apa yang akan muncul dari pemangkasan itu karena sekali lagi lahan yang dimiliki PTPN jumlahnya sangat luas mencapai ratusan ribu hektar.

Atas keputusan tersebut, Darmadi berjanji pihaknya akan meningkatkan fungsi kontrol sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.

"DPR akan mengawasi secara ketat kebijakan Restrukturisasi setengah hati PTPN ini,dan waktu akan membuktikan nantinya apakah restrukturisasi ini efektif atau tidak," pungkas Darmadi.

tag: #bumn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement